Kepala Pelaksana BPBD HSS Kusairi menyebut penetapan ini berdasarkan SK Bupati HSS tentang status siaga darurat bencana asap akibat Karhutla, kekeringan, dan penurunan produksi pangan tahun 2025.
"Status siaga Karhutla terhitung sejak 25 Juli sampai 24 November 2025. Empat bulan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/8/2025).
Baca Juga: Beras dan Minyak Goreng Dijual Murah, Warga Barabai Antusias Belanja di Lokasi Ini
Penetapan status siaga ini mengaktifkan posko di semua tingkatan mulai kabupaten, kecamatan hingga desa. Posko-posko tersebut rutin melakukan patroli mencegah terjadinya Karhutla.
"Jika posko kecamatan dan desa meminta bantuan, posko kabupaten akan turun ke lapangan," tutur Kusairi.
Data hingga Agustus 2025 menunjukkan lahan terbakar akibat Karhutla di HSS seluas 6,2 hektare yang berhasil ditangani. Terdiri dari 3,7 hektare di Desa Paramaian, Kecamatan Daha Utara dan 2,5 hektare di Desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat.
Wilayah berpotensi tinggi terjadi Karhutla saat musim kemarau meliputi Daha Barat, Daha Utara, Daha Selatan, Kalumpang, Simpur dan sebagian Kecamatan Kandangan.
Sementara kategori sedang terdapat di wilayah Kecamatan Sungai Raya sampai pergunungan seperti Kecamatan Loksado.
Editor : M. Ramli Arisno