Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ketimpangan Jangan Dipelihara, Begini Kata Budayawan Kalsel asal Balangan

Maulana Radar Banjarmasin • Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:08 WIB

 

Kantor Gubernur Kalsel
Kantor Gubernur Kalsel

BUDAYAWAN Balangan, Fahmi Wahid mengatakan penting untuk introspeksi diri di tengah peringatan Harjad ke-75 Kalsel.

Sebab pembangunan yang tuntas harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di pelosok. Jangan sampai kemakmuran hanya milik perkotaan.

"Kemerdekaan itu jangan hanya jadi ucapan. Kita perlu pastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil juga merasakan dampaknya. Terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya," ujarnya.

Ia juga berharap agar perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, tapi juga pada pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan pelaku seni.

"Jangan lupakan mereka yang ikut mengharumkan nama Kalimantan Selatan lewat budaya. Kita harus menjaga bahasa dan budaya Banjar sebagai kekayaan bersama," tutupnya.

Senada dengan pandangan tokoh masyarakat Hulu Sungai Selatan (HSS), Hardiansyah Asmail.

Ia melihat, di masa pra kemerdekaan, pembangunan di Kalsel terasa lambat dibandingkan daerah tetangga seperti Kalteng dan Kaltim.

"Kalau dibandingkan dengan daerah lain, pembangunan di sini terasa lambat," ujarnya.

Barulah setelah di masa kemerdekaan, mulai terasa kemajuan, terutama di bidang pendidikan.

"Pembangunan sekolah-sekolah sudah mulai merata," katanya.

Hardi berharap, pemprov akan lebih memperhatikan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. "Pembangunan jalan dan jembatan masih perlu," katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Barito Kuala, Fauzan Husaini memuji peninggalan Gubernur dua periode, Sahbirin Noor.

Dalam hal ini akses darat menuju Kuripan. "Sebelumnya ke Kuripan itu sulit. Sekarang sudah bisa dijangkau lewat darat meski masih menyeberang pakai feri. Ini jelas memangkas waktu dan membuka isolasi daerah," ujarnya.

Fauzan merasa, masih ada pembangunan infrastruktur yang bisa ditingkatkan.

"Apalagi kalau jalan tembus ke Margasari bisa ditingkatkan, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan semakin bergeliat. Kenapa? Karena jalur itu dilintasi 24 jam. Sehingga apapun yang dijual atau dibeli akan lebih cepat terdistribusi," jelasnya.

Sementara kepada kepemimpinan baru, ia menaruh harapan. "Pasangan ini (Muhidin dan Hasnur) adalah orang-orang luar biasa, tak perlu diragukan lagi. Kami berharap tidak ada ketimpangan dalam pembangunan. Masyarakat di seluruh pelosok Kalsel berhak mendapat pemerataan kemajuan yang sama," tegasnya.

Pandangan lebih positif diutarakan tokoh Tanah Laut, HM Sukamta.

Ia menilai Kalsel berlari lebih cepat di bawah kepemimpinan Gubernur Muhidin dan wakilnya Hasnuryadi Sulaiman.

Buktinya adalah kembalinya status bandar udara internasional ke Bandara Syamsudin Noor.

"Bandara dan pelabuhan adalah pintu gerbang ekonomi daerah," kata mantan Bupati Tanah Laut itu, Rabu (13/8).

Ia juga optimistis, melihat posisi Kalsel sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Yang perlu ditingkatkan adalah infrastruktur, industrialisasi, dan pertanian," pesannya kepada Muhidin.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Hari Jadi #budayawan #Balangan #ketimpangan #Sosial