BANJARBARU – Jalur alternatif Jalan Sidodadi Banjarbaru kini tak lagi jadi pilihan lega.
Sejak arus dialihkan akibat proyek Jembatan Km 31, jumlah kendaraan di jalur ini melonjak tinggi.
Pada jam sibuk, 150 kendaraan per menit melintas, membuat warga kian terjepit kemacetan.
Kasi Opsdal Dishub Banjarbaru, Aries Andrianto mengungkapkan sebelum proyek dimulai, rata-rata arus lalu lintas di jalur tersebut hanya sekitar 70 kendaraan per menit pada kondisi normal.
“Sejak pengalihan arus akibat pembangunan jembatan, saat jam sibuk meningkat menjadi 150 kendaraan per menit,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Rabu (13/8/2025).
Kenaikan ini, lanjut Aries, mencapai 46,7 persen dibanding sebelum adanya pengalihan.
Puncak kepadatan terjadi pada pagi hari, ketika siswa berangkat sekolah dan pegawai menuju kantor, serta sore saat jam pulang.
Untuk mengurai kemacetan, ujar Aries, Dishub telah menerapkan rekayasa lalu lintas.
Khusus kendaraan roda empat dilarang melintas di Jalan Sidodadi 2 pada pukul 06.30–09.00 Wita setiap hari.
Selain itu, petugas juga ditempatkan di titik-titik rawan macet mulai pukul 06.30 hingga 08.45 Wita.
“Rencana awal bersama Satlantas Polres Banjarbaru, kendaraan roda empat baik dari dalam maupun luar tidak diizinkan melintas. Hanya roda dua yang boleh. Tapi masih perlu dibahas dengan warga sekitar, terutama Ketua RT setempat,” jelasnya.
Strategi jangka pendek Dishub adalah memastikan personel tetap siaga di lapangan untuk mengendalikan arus lalu lintas di titik rawan macet.
Sementara untuk jangka panjang, ujar Aries, koordinasi lintas instansi akan dilakukan hingga proyek jembatan rampung.
Editor : Eddy Hardiyanto