Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tak Ingin Kehilangan Jejak Pahlawan Tasan Panyi, Komunitas Literasi Project BNG Tapin Berkolaborasi Membuat Video Dukumenter

Rasidi Fadli • Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:10 WIB
BUAT FILM: Komunitas Literasi Project BNG Tapin menggandeng Disbudpar Tapin dan pihak lainnya mengangkat kisah Tasan Panyi jadi sebuah film dokumenter.
BUAT FILM: Komunitas Literasi Project BNG Tapin menggandeng Disbudpar Tapin dan pihak lainnya mengangkat kisah Tasan Panyi jadi sebuah film dokumenter.

RANTAU – Nama Tasan Panyi kembali digaungkan.

Bukan lewat upacara atau buku pelajaran sejarah, tapi lewat medium yang lebih menggugah, film dokumenter.

Komunitas Literasi Project BNG Tapin menjadi motor penggerak proyek kolaboratif ini.

Mereka menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tapin, pegiat seni pertunjukan, serta sejumlah tokoh pemuda yang peduli sejarah.

“Ini bukan sekadar proyek film. Ini adalah upaya menyambung napas sejarah dengan kreativitas anak muda,” ujar Mislani, salah satu penggagas dari Komunitas Literasi BNG, Rabu (13/8/2025).

Tasan Panyi bukan nama baru bagi masyarakat Tapin.

Sosok pejuang lokal ini dikenal gigih melawan penjajahan dan menjaga marwah tanah kelahirannya.

Sayangnya, kisahnya tak banyak terdokumentasi secara luas.

Inilah yang mendorong komunitas literasi, yang selama ini fokus pada penguatan budaya baca dan literasi sejarah, untuk mengangkat kisah Tasan Panyi ke dalam bentuk dokumenter.

“Anak sekarang tahunya tokoh nasional. Padahal daerah kita punya pahlawan sendiri. Film ini jadi pengingat bahwa perjuangan itu dekat, bukan hanya ada di buku teks,” tambah Mislani.

Film dokumenter ini akan dikemas dengan pendekatan naratif dan visual yang kuat.

Rencananya, mereka akan menampilkan wawancara eksklusif dengan keturunan Tasan Panyi, seniman teater yang pernah mementaskan kisahnya, hingga pemuda yang terinspirasi semangat perjuangan sang pahlawan.

Dukungan penuh datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tapin, melalui staf bidang kebudayaan, Muhammad Darma Pratama.

“Kami bantu dari sisi data sejarah, regulasi perizinan, sampai promosi. Ini kerja bareng yang patut diapresiasi. Kalau bukan kita, siapa lagi yang angkat sejarah lokal,” tanya Darma.

Menurutnya, proyek seperti ini sangat penting dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah daerah dan cagar budaya yang ada.

Produksi dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

Filmnya akan diputar di beberapa sekolah, komunitas, dan festival budaya lokal.

Tak hanya jadi tontonan, dokumenter ini diharapkan menjadi ‘tonggak ingatan’ bagi warga Tapin—bahwa semangat perjuangan Tasan Panyi masih relevan hari ini.

“Karena sejarah yang hidup adalah sejarah yang diceritakan ulang,” pungkas Mislani.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Tasan Panyi #film dokumenter #Tapin #komunitas literasi