Koordinator Lapangan PPK BPJN Provinsi Kalimantan Selatan Andre Aristo Valentino menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi alasan perbaikan belum permanen.
"Penanganan permanen belum bisa dilakukan karena belum tersedianya anggaran untuk lokasi tersebut," ungkap Andre, Selasa (12/8/2025).
Andre menyebut, tahun ini pihaknya hanya melakukan penanganan rutin berupa penambahan lapisan agregat. Jika lapisan sudah padat, akan dilanjutkan penambahan lapisan aspal untuk mengurangi risiko pengguna jalan.
"Langkah ini untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan, agar tidak membahayakan," tambahnya.
Terkait desakan warga agar jalan segera diaspal mengingat banyaknya lubang membahayakan, Andre menyebut BPJN akan melakukan pendataan terlebih dahulu.
"Kami akan mendata lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan, kemudian melakukan penambalan sesuai ketersediaan anggaran tahun ini," pungkasnya.
Sebelumnya, perbaikan jalan dilakukan dengan menimbun titik kerusakan menggunakan batu koral. Namun pengendara mengeluhkan cara ini karena tidak meratakan permukaan jalan dan berpotensi membahayakan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan penuh agar kerusakan tidak semakin parah dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Hingga kini, belum ada kepastian kapan pekerjaan permanen dimulai meski penanganan sementara sudah berjalan.
Editor : M. Ramli Arisno