PELAIHARI - Polsek Pelaihari tengah menyelidiki dugaan peredaran uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu yang videonya sempat viral di media sosial dan grup WhatsApp.
Meski belum ada laporan resmi dari korban, aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan di lapangan.
Kapolsek Pelaihari Iptu Benny Wishnu Wardhany membenarkan bahwa pihaknya telah mendatangi seorang pedagang yang diduga menerima uang palsu tersebut.
"Kami sudah mendatangi lokasi pedagang tersebut, dan mengumpulkan keterangan di lapangan," ujar Iptu Benny, Selasa (6/8/2025).
Berdasarkan keterangan pedagang, uang palsu diterima dari seorang pembeli sekitar dua pekan lalu.
Uang yang diduga palsu tersebut hanya berjumlah satu lembar.
"Baru satu lembar yang ditemukan," kata Benny.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang, untuk lebih teliti saat menerima uang tunai.
Menurutnya, ada beberapa ciri sederhana untuk membedakan uang asli dan palsu.
"Saat menerima uang, pegang dan rasakan tekstur kertasnya. Uang asli memiliki kertas yang khas, terdapat benang pengaman dan efek tiga dimensi saat diterawang," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pada uang asli gambar tampak jelas, tidak buram atau pecah, warnanya tidak mudah luntur, dan benang pengaman tertanam dalam kertas.
"Polsek Pelaihari akan terus menyelidiki temuan ini, dan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan atau mencurigai peredaran uang palsu di wilayahnya," sampainya.
Editor : Eddy Hardiyanto