Pemerintah Desa Balida bersama anggota Linmas dan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turun langsung bergotong royong menghiasi lingkungan dengan atribut kemerdekaan.
"Pemasangan bendera ini bukan hanya untuk menyambut HUT RI, tapi juga sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kami ingin semangat itu tetap hidup di tengah masyarakat," ujar Kepala Desa Balida Sahridin, Selasa (4/8).
Baca Juga: H Muhidin Tetapkan Kalsel Siaga Karhutla, Percepat Datangkan Bantuan Pemerintah Pusat
Bendera merah putih akan dipasang sebulan penuh dari awal hingga akhir Agustus. Pemdes telah menyiapkan bendera dan tiangnya agar seluruh rumah warga dapat berpartisipasi merata.
Pemdes Balida juga menyiapkan berbagai kegiatan memeriahkan 17 Agustus mulai perlombaan rakyat, senam sehat Minggu pagi, pemasangan papan nama tempat sampah, lampu hias, hingga menghias gerbang masuk desa bertema merah putih.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kebersamaan dan semangat gotong royong antar warga. Ini juga menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda," tambah Sahridin.
Baca Juga: Bersengketa dengan PTAM Intan, Ahli Waris Lahan di Lingkar Utara Ini Takut Dikriminalisasi
Masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut. Suasana desa yang semula biasa kini mulai semarak dengan warna-warni kemerdekaan. Anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian.
Keterlibatan mahasiswa KKN memberikan warna tersendiri. Selain membantu pemasangan bendera, mereka menyumbangkan ide penyusunan agenda kegiatan Agustusan agar lebih edukatif dan partisipatif.
"Semangat kemerdekaan harus terus dijaga. Salah satunya melalui hal sederhana seperti ini dengan bergotong royong, peduli lingkungan, dan merayakan hari besar nasional dengan penuh makna," tutup Sahridin.
Editor : M. Ramli Arisno