BANJARBARU - Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, digelar di Gedung Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (4/8/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung Gubernur Kalsel H Muhidin, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta para Bupati dan Wali Kota se-Kalsel. Untuk Kabupaten HSU, diwakili Wakil Bupati HSU Hero Setiawan.
Rapat ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dalam menghadapi ancaman Karhutla yang kerap terjadi pada musim kemarau.
Hero menyampaikan pada Gubernur Kalsel luas total wilayah HSU mencapai 91 ribu hektare. 79 ribu hektar merupakan perairan rawa dan gambut.
Kabupaten HSU terdiri dari 10 kecamatan dan 214 desa, serta lima kelurahan, dan semua wilayah sangat rentan terjadi karhutla.
Wabup yang akrab disapa Iwan Alabio ini menceritakan kejadian ada satu kejadian Karhutla di Kabupaten HSU, sesuai yang dilaporkan Polda Kalsel dari Januari sampai 31 Juli lalu.
“Dampak kebakaran lahan 0,7 Hektare dari luas wilayah. Dan ada 37 hotspot terdeksi, saat ini sudah ada satu posko induk karhutla yang didirika, Jika memang diperlukan akan ditingkatkan sampai ke tingkat kecamatan,” ujar Iwan.
Iwan juga mengungkapkan bahwa empat tahun terakhir petani tidak dapat menanam secara maksimal, karena seragam gulma jenis puteri malu raksasa atau susupan gunung.
“Ada 31 ribu Ha, luas lahan pertanian kami. Dan 51 persen diserang gulma atau susupan gunung,” ungkapnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Pemkab HSU lanjut Iwan, sudah melakukan aksi dengan melakukan pembersihan dengan menggunakan alat berat, termasuk gulma sebagai pakan ternak.
“Namun upaya belum juga mampu mengatasi, sebab tanaman ini sangat invasif, maka kami harap pemerintah provinsi lewat bapak gubernur. Mampu membantu daerah kami dari serangan gulma ini,” harapannya.
Iwan berharap pada penyampaian di rakor tersebut, agar masyarakat yang bertani dapat lebih sejahtera lewat lahan pertanian yang dapat digarap.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin menuturkan poin-poin yang disampaikan Iwan akan menjadi perhatian.
“Untuk persoalan karhutla di HSU, harus ada rapat koordinasi secepatnya di tingkat kabupaten, apakah perlu siaga karhutla. Jangan sampai sudah meluas baru rapat darurat karhutla,” jawabnya.
Terakhir, Muhidin juga meminta Kabupaten HSU dapat mengevaluasi apa yang harus dilakukan terkait karhutla, termasuk lewat kesiapsiagaan.
Editor : Fauzan Ridhani