AMUNTAI - Kelakuan iseng seorang remaja putri bernama Riska (15) asal Desa Patarikan RT 4, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berujung pada operasi penyelamatan oleh tim Damkar.
Riska yang bercita-cita menjadi Polwan nekat memasang borgol milik pamannya yang berprofesi sebagai security ke kedua tangannya. Masalah muncul ketika borgol tersebut sulit dilepas karena tidak ada kuncinya.
Setelah panik dan tak bisa membuka borgol secara manual, keluarga Riska akhirnya melaporkan kejadian ini ke tim Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar HSU pada Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 14.07 WITA.
Baca Juga: 1.842 Honorer Antre Diangkat, Tapi Tak Semua Diterima
Edy Saputra dari tim Damkar HSU menjelaskan pihaknya menerima panggilan darurat berupa laporan seorang remaja putri yang melakukan kegiatan iseng memasang borgol ke kedua tangannya tanpa memiliki kunci pembuka.
"Kami memiliki kunci borgol di kantor, dan pas dilakukan pelepasan ternyata cocok, sehingga borgol tidak rusak saat dilakukan pelepasan dari tangan Riska," ungkap Edy mewakili Kabid Damkar HSU H Barkar Syahrul Kalam.
Saat proses pelepasan, Edy berbincang dengan Riska yang mengaku memasang borgol karena iseng meskipun remaja ini memiliki keinginan bercita-cita menjadi Polwan di masa depan.
Baca Juga: Pemkab Kotabaru Launching ATCS Berbasis AI, Terobosan Kendali Lampu Lintas Prioritas Ambulans-VVIP
Tim Damkar berhasil melepaskan borgol dari tangan Riska tanpa merusak alat tersebut menggunakan kunci cadangan yang tersedia di kantor Damkar HSU.
"Borgol kami amankan ke markas Damkar agar tidak terjadi kejadian serupa nantinya. Jangan iseng memasang borgol tanpa kunci, sebab sulit dilepas secara manual," pesan Edy menutup.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi remaja lain untuk tidak sembarangan bermain dengan peralatan keamanan yang memerlukan penanganan khusus.
Editor : M. Ramli Arisno