Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ruas Bitahan-Miawa Belum Sepenuhnya Diperbaiki, Rustan Nawawi Akan Kawal Sampai Selesai

Rasidi Fadli • Jumat, 1 Agustus 2025 | 14:21 WIB

Anggota DPRD Tapin Rustan Nawawi.
Anggota DPRD Tapin Rustan Nawawi.
RANTAU - Warga delapan desa di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, siap turun ke kabupaten memprotes pembangunan jalan provinsi yang tidak sesuai janji.

Jalan sepanjang 10 kilometer dengan anggaran Rp10 miliar yang dijanjikan, ternyata hanya dibangun 3 kilometer dengan dana menyusut menjadi Rp3 miliar akibat kebijakan refocusing.

Anggota DPRD Tapin Rustan Nawawi, yang juga putra asli Kecamatan Piani, mengaku prihatin atas situasi ini. Ia menjelaskan jalan yang dimaksud seharusnya membentang dari Desa Miawa hingga Bendungan, namun realisasi justru dimulai dari Bitahan dan hanya 3 kilometer.

Baca Juga: PGRI Tala Kompak Pilih Iriansyah Lagi, Janjikan 40 Persen Regenerasi dan 30 Persen Kuota Gender

"Awalnya 10 kilometer, dananya Rp10 miliar. Tapi karena refocusing, jadi hanya 3 kilometer dan dana pun menyusut jadi Rp3 miliar," ungkap politisi Partai Golkar ini kepada Radar Banjarmasin, Jumat (1/8/2025).

Rustan menyebutkan jalan yang dibangun adalah Jalan Daeng Suganda dengan spesifikasi yang mengecewakan. Dari 3 kilometer yang dikerjakan, pelebaran hanya 1 meter dan sebagian hanya dilapisi ulang.

"Sudah kami sosialisasikan ke masyarakat. Tapi tetap saja mereka kecewa, karena ekspektasinya tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Peningkatan Pendapatan Dorong PLN Masuk Fortune Global 500

Jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat karena menjadi akses utama antar desa sekaligus nadi ekonomi warga. Dari Miawa sampai Bendungan terdapat banyak titik rusak yang membutuhkan perbaikan segera.

"Dari Miawa sampai Bendungan banyak titik rusak. Maka kami akan menghadap Dinas PUPR Provinsi untuk usulkan agar sisa jalannya dilanjut pada 2026," tegasnya.

Rustan menjelaskan rencana pembangunan awal berasal dari program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga masyarakat tidak bisa menolak meski merasa tidak puas.

Baca Juga: Hasil Operasi Patuh Intan 2025, 428 Pelanggaran di HST Didominasi Ini

"Ini bukan program kabupaten. Tapi kami tetap akan kawal agar selesai semua. Jangan cuma tiga kilometer saja yang dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Warga delapan desa di Kecamatan Piani dikabarkan akan turun ke kabupaten dalam waktu dekat untuk meminta audiensi resmi guna mendengarkan langsung kejelasan proyek jalan tersebut.

Editor : M. Ramli Arisno
#refocusing anggaran #Kecamatan Piani #pembangunan jalan #jalan provinsi #warga demo