Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gara-Gara Menutup Akses ke Musala, Warga Keluhkan Pembangunan Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin

Riyad Dafhi Rizki • Rabu, 30 Juli 2025 | 14:56 WIB
MINTA AKSES: Musala Darul Ar-Qam terancam terisolasi imbas dimulainya pembangunan Puskesmas Cempaka Putih di Banjarmasin. (Foto: Riyad Dafhi Rizki/Radar Banjarmasin)
MINTA AKSES: Musala Darul Ar-Qam terancam terisolasi imbas dimulainya pembangunan Puskesmas Cempaka Putih di Banjarmasin. (Foto: Riyad Dafhi Rizki/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN — Proyek pembangunan ulang Puskesmas Cempaka Putih, Banjarmasin Timur, yang baru saja dimulai memantik polemik.

Proyek senilai Rp6,5 miliar dari APBD 2025 itu disebut-sebut menutup akses warga menuju Musala Darul Ar-Qam, tempat ibadah yang telah lebih dulu berdiri di kawasan tersebut.

"Kita tidak ada sedikitpun akses untuk jalan keluar masuk jemaah kalau seperti ini," ujar Habib Ami Ali, tokoh agama sekaligus imam musala

Meski menyambut baik peningkatan layanan kesehatan, warga mempertanyakan kebijakan proyek yang dianggap mengabaikan kebutuhan ruang ibadah.

Musala Darul Ar-Qam menjadi tempat salat harian warga sekitar, terutama lansia dan anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengatakan, pembangunan Puskesmas Cempaka Putih telah mendapat persetujuan dari ketua RT dan warga setempat.

Ia lantas berjanji akan segera membangun jalan alternatif sebagai akses menuju musala.

"Warga sudah sepakat, dan kami juga akan buatkan jalan alternatif untuk akses ke musala,” kata Tabiun, usai peletakan batu pertama oleh Wali Kota Banjarmasin, M Yamin, Selasa (29/7/2025).

Selain perluasan fisik, puskesmas ini juga akan mengalami pembaruan sistem pelayanan berbasis digital.

Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Selama pembangunan berlangsung, warga yang ingin berobat dialihkan ke layanan sementara di Jalan Manggis, tepat di samping sebuah ritel.

Wali Kota Banjarmasin, M Yamin menyebut pembangunan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar.

Konsep layanan baru, janjinya, akan mengintegrasikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

"Rancangannya juga sudah memasukkan ruang ramah disabilitas, ruang laktasi, serta zona edukasi kesehatan," ujar Yamin.

Ia juga meminta dukungan warga agar proyek ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu dalam satu tahun.

"Puskesmas ini bukan milik pemerintah, tapi milik warga Banjarmasin. Mari kita kawal bersama," tegasnya.

Sebagai informasi, mengacu data Dinkes Kota Banjarmasin, kapasitas pelayanan Puskesmas Cempaka Putih selama ini sudah tidak sebanding lagi dengan jumlah kunjungan harian.

Selain fasilitas yang menua, keterbatasan ruang juga menghambat pelayanan, terutama bagi ibu hamil, balita, dan lansia.

Editor : Eddy Hardiyanto
#musala #banjarmasin #Menutup Akses #Puskesmas Cempaka Putih