Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Petani Cabai Hiyung di Tapin Mulai Panen, Harga Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Rasidi Fadli • Rabu, 16 Juli 2025 | 15:52 WIB

SEMPROT: Junaidi salah seorang petani cabai Hiyung menyemprot cabai di lahan miliknya. (Foto: Juandi For Radar Banjarmasin)
SEMPROT: Junaidi salah seorang petani cabai Hiyung menyemprot cabai di lahan miliknya. (Foto: Juandi For Radar Banjarmasin)
RANTAU – Petani cabai di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin kini tengah bersyukur. 

Setelah berbulan-bulan menunggu, panen cabai khas Hiyung mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Harga di tingkat petani bahkan mencapai 100 ribu per kilogram.

“Dari total lahan 224 hektare, sudah 185 hektare yang ditanami. Sekitar 10 hektare di antaranya sudah panen. Perkiraan hasil panen mencapai 15 ton,” ungkap Junaidi, salah satu petani cabai di Desa Hiyung, kepada Radar Banjarmasin, Rabu (16/7/2025).

Panen besar diprediksi akan berlangsung pada bulan September mendatang. “Sekarang masih sebagian, nanti bulan 9 puncaknya. Kita harap cuaca dan harga tetap mendukung,” harapnya.

Menurut Junaidi, para petani merasa cukup beruntung. Pasalnya, meski beberapa terlambat menanam karena terkendala kondisi lahan dan air, harga cabai saat ini sangat menjanjikan.

“Memang ada yang terlambat tanam karena bidingannya (galangan lahan tanam) rendah. Air lambat surut. Tapi alhamdulillah, harga yang tinggi ini menutupi semuanya,” ujarnya.

Cabai Hiyung, dikenal dengan tingkat kepedasan tinggi, memang punya pasar tersendiri. Dengan rasa pedas yang khas dan aroma tajam, permintaan dari luar daerah terus mengalir, terutama menjelang musim-musim besar seperti akhir tahun.

Namun demikian, Junaidi menyampaikan masukan para petani kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan infrastruktur pertanian, khususnya bidingan atau surjan untuk cabai. 

“Saran kami, setiap tahun perlu ada rehap atau penambahan surjan. Banyak bidingan yang rendah sekarang, jadi air lambat surut, dan ini bikin tanam jadi terlambat,” jelasnya.

"Kelompok tani di Desa Hiyung berharap, keberhasilan panen dan harga bagus tahun ini bisa menjadi perhatian bersama, agar ke depan pertanian cabai Hiyung bisa semakin optimal," akunya.

Editor : Sutrisno
#Tapin #Cabai #Rantau