Akses internet yang merata, dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat menikmati layanan digital secara adil.
Untuk mendukung misi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan terus berupaya memperluas akses internet demi pemerataan layanan digital di seluruh pelosok daerah.
Tahun ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menganggarkan pembangunan sembilan menara triangle di sejumlah titik yang belum terjangkau jaringan internet atau dikenal sebagai blank spot.
"Fokus kami untuk mengurangi blank spot di beberapa wilayah," ujar Kepala Diskominfo Balangan, M Nor, Selasa (15/7).
Pembangunan menara akan difokuskan di titik-titik strategis seperti kantor desa, sekolah, dan fasilitas layanan kesehatan. Meski daya jangkaunya terbatas, sekitar 30 meter persegi, masyarakat tetap bisa memanfaatkan layanan internet dengan datang langsung ke titik tersebut.
“Minimal ada akses yang bisa dimanfaatkan, terutama untuk keperluan administrasi atau pendidikan,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan APBD, Pemkab Balangan juga mendapat dukungan dari pihak swasta. Tahun ini, dua menara Base Transceiver Station (BTS) dari salah satu provider seluler akan dibangun di Desa Hamarung, Kecamatan Juai, serta Desa Tampang, Kecamatan Lampihong.
“Di Tampang sudah dilakukan survei lokasi oleh Telkomsel. Untuk Hamarung, dijadwalkan pengecekan hari ini,” ungkap M Nor.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan agar lebih banyak menara BTS bisa dibangun di Balangan. Namun, kendala jumlah penduduk di wilayah terpencil masih menjadi pertimbangan utama dari pihak provider.
“Sebagai alternatif, pemerintah bisa membangun menara terlebih dulu, lalu provider tinggal memasang perangkatnya. Ini solusi jangka menengah yang sedang kami dorong,” terangnya.
Menurut M Nor, keberadaan menara BTS jauh lebih efektif karena jangkauannya bisa meliputi beberapa desa sekaligus, berbeda dengan menara triangle yang jangkauannya lebih terbatas.
“Pemkab tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan blank spot. Selain mengandalkan bantuan provider, kami juga optimalkan pembiayaan dari APBD,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno