MARTAPURA – Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar, resmi ditetapkan sebagai lokasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) 2025. Penetapan ini dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar karena tingginya risiko tanah longsor di wilayah tersebut.
Plt Kalaksa BPBD Banjar Yayan Daryanto menjelaskan, kondisi geografis Gunung Batu sangat rawan. Kontur tanah labil, lereng terjal, serta curah hujan tinggi menjadi kombinasi yang memicu bencana.
“Struktur tanahnya rapuh dan daerah ini kerap diguyur hujan. Kombinasi ini sangat memicu longsor, bahkan hampir terjadi tiap tahun,” ungkap Yayan, Senin (14/7).
Puncak kegiatan Destana digelar Kamis (10/7) lalu, ditandai dengan simulasi evakuasi bencana tanah longsor. Lebih dari 100 orang terlibat dalam simulasi tersebut, mulai dari warga, relawan, TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga unsur medis.
Baca Juga: BPBD Banjar Diminta Manfaatkan Aplikasi Inlog untuk Bantuan Bencana
Skenario dimulai dari hujan deras yang memicu longsor, dilanjutkan proses penyelamatan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
“Destana ini adalah langkah strategis membekali warga agar siap menghadapi bencana. Kini sudah terbentuk Tim Siaga Bencana (TSB) sebagai garda terdepan saat darurat,” tegas Yayan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, H. Abdullah Fahtar, menambahkan bahwa simulasi ini bukan seremoni semata.
“Standar prosedur yang diajarkan harus jadi kebiasaan warga. Ini membentuk naluri tanggap bencana sejak dini,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Desa Tandipah Kini Punya Tim Relawan Siaga Bencana
Camat Sambung Makmur Yuana Karta Abidin mengapresiasi program ini dan berharap semangat tangguh bencana menular ke desa lain.“Gunung Batu kini lebih siap dari sebelumnya,” ucapnya.
Pambakal Gunung Batu juga bersyukur atas pelatihan ini. “Warga sekarang lebih tahu cara bertindak saat bencana datang. Ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.