KOTABARU- Langka dan mahalnya gas melon di Kotabaru jadi sorotan anggota DPRD setempat.
Wakil Ketua DPRD Kotabaru Awaludin dan Ketua Komisi ll DPRD Kotabaru Abu Suwandi menanggapi meroketnya harga gas LPG 3 Kg ini.
Kepada Radar Banjarmasin, Jumat (11/7) Awaludin mengatakan, ini harus kembali dilakukan pengecekan di lapangan bekerja sama dengan Pertamina, pihak Polres Kotabaru dan Disperindag Kotabaru.
Ditegaskannya, jika ada penyelewengan di lapangan, harus ditindak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Jika alasannya adalah soal pengiriman, sehingga stok yang berkurang, juga akan dilakukan koordinasi dengan Pertamina dan dinas terkait.
“Yang pasti, ini harus dilakukan sidak. Nanti, saya meminta Komisi ll DPRD Kotabaru melakukan rapat kerja dengan Pertamina dan beberapa agen LPG serta dinas terkait dan segera lakukan sidak lapangan agar mengetahui permasalahannya,” tegasnya.
Selain Awal, Ketua Komisi ll DPRD Kotabaru, Abu Suwandi, saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Jumat (11/7) sore juga menjelaskan beberapa penyebab di lapangan yang sudah di dalaminya.
Diantaranya, rantai pasok yang panjang dari agen ke pangkalan, lalu ke pengecer. Menurutnya, ini dapat menyebabkan kenaikan harga, karena setiap pihak menambahkan margin keuntungan.
Selain itu juga karena faktor alam, seperti di Pulau Sembilan yang jaraknya sangat jauh sekali dari pusat kota.
“Yang pasti ini tidak akan dibiarkan, yang dirugikan masyarakat dan semoga langkah yang akan kami ambil nantinya akan membuahkan hasil dan tidak terjadi kelangkaan gas melon lagi,” katanya.
Ia juga memperingatkan, agar jangan sampai distributor menjual harga gas LPG 3 kg melewati harga HET.
Editor : Arif Subekti