AMUNTAI - Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani membuka sosialisasi inovasi daerah sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan dan pelayanan publik berbasis inovasi.
Kegiatan dipusatkan di Aula KH Dr Idham Chalid, turut dihadiri Wabup HSU, Hero Setiawan dan Kabid Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Riswandi.
Bupati HSU Sahrujani, menegaskan pentingnya inovasi dalam setiap sektor Pemerintah Daerah dalam mendorong instansi, menciptakan minimal satu inovasi unggulan dengan prinsip satu instansi satu inovasi.
“Baiknya inovasi yang diciptakan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan daerah, bukan sekedar inovasi,” ujarnya.
Sebab sambung Bupati yang akrab disapa H Jani ini, inovasi dilihat dari manfaatnya.
Inovasi yang tepat diharapkan mampu mengatasi tantangan geografis daerah yang 84 persen perairan rawa.
Sehingga membawa kabupaten ini sejajar atau bahkan lebih maju dari daerah lain. “Buat inovasi dan gali potensinya,” pesannya.
Sementara itu, Hero Setiawan menyampaikan Kabupaten HSU ini berhasil meraih peringkat ke-27, secara nasional dalam pemeringkatan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025.
Capaian ini menurutnya merupakan buah dari kerja keras, kolaborasi lintas sektor, serta semangat inovatif para pemangku kepentingan di HSU.
“Bentuk nyata dari inovasi yang telah kita dorong adalah program pertanian organik dan konsep agrominapolitan, yang sudah mulai memberikan dampak positif di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan," ungkapnya.
Lewat sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman jajaran pemerintah daerah mengenai perlindungan kekayaan intelektual atas inovasi yang dihasilkan.
Kegiatan ini juga lanjut Hero, menjadi bagian dari komitmen Pemkab HSU dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mari kita terus berinovasi bersama, membangun HSU yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui ide-ide kreatif dan semangat kolaboratif,” serunya.
Sementara itu, narasumber dari Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Kalimantan Selatan, Riswandi memaparkan tentang potensi kekayaan intelektual di HSU.
Salah satu potensi itu ungkapnya adalah Itik Alabio yang dikenal sebagai itik petelur unggul dengan karakter unik seperti perbedaan warna bulu antara jantan dan betina, serta kualitas telur yang tinggi dan bernilai ekspor.
Kegiatan ini juga dihadiri, Kepala Bappelitbang HSU, Jumadi dan jajaran Kepala SKPD, serta para Camat se Kabupaten HSU.
Editor : Fauzan Ridhani