BANJARBARU – Gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir mengalami kelangkaan di Banjarbaru. Selain itu, harganya di eceran juga melambung tinggi.
Untuk menangani itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby mengeluarkan surat edaran yang menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) yang diperbolehkan bagi pengecer maksimal Rp25 ribu per tabung.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa LPG 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi dua kategori. Yakni, keluarga miskin dan pelaku usaha mikro yang terdaftar.
Meski begitu, saat ini masih banyak eceran yang menjual LPG 3 kilogram di atas Rp25 ribu.
Terkait hal itu, Kepala Disperindag Kota Banjarbaru, Muriani mengakui, pihaknya menemukan pengecer menjual LPG 3 kg hingga Rp50 ribu per tabung. "Temuan ini menjadi sorotan karena jauh melebihi batas HET," katanya, Senin (7/7).
Namun, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi langsung kepada pengecer yang menjual di atas HET. Sebab, sebagian besar memperoleh LPG dari pangkalan yang berada di luar kewenangan Disperindag. "Kalau pangkalan dan agen, menjadi ranah Pertamina untuk memberikan sanksi," jelasnya.
Muriani menyebut, Pemko Banjarbaru telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait permasalahan ini. "Pertamina juga yang meminta pemerintah daerah mengeluarkan edaran terkait penyaluran LPG 3 kilogram," bebernya.
Sementara itu, warga Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Ridha, mengaku membeli gas 3 kilogram dengan harga Rp45 ribu. "Mau bagaimana lagi, daripada tidak ada, mahal tetap kami beli," katanya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief