Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemprov Kalsel Usulkan Permohonan Dini Bantuan Enam Helikopter dan Modifikasi Cuaca ke BNPB, Ini Alasannya

M Oscar Fraby • Senin, 7 Juli 2025 | 20:14 WIB
KARHUTLA TAHUN LALU: Pemprov sudah mengusulkan permohonan dini bantuan enam helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca ke BNPB tahun ini. (Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)
KARHUTLA TAHUN LALU: Pemprov sudah mengusulkan permohonan dini bantuan enam helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca ke BNPB tahun ini. (Foto: Dokumen Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Tak ingin ancaman kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak besar, Pemprov Kalsel melakukan peningkatan kesiapsiagaan.

Salah satunya dengan mengusulkan bantuan helikopter ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Enam helikopter itu terdiri dari lima helikopter water bombing dan 1 helikopter patroli.

“Permohonan dini ini sebelum terjadinya karhutla sangat penting. Contohnya tahun lalu, kejadian karhutla bisa ditekan sejak awal,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Senin (7/7).

Pemprov juga mengusulkan modifikasi cuaca atau hujan buatan pada saat kemarau.

“Gubernur Kalsel telah menandatangani surat usulan permintaan bantuan helikopter water bombing, helikopter patrol, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB. Semoga usulan ini segera disetujui,” jelasnya.

Bambang menyebut kesiapsiagaan tak hanya di teknis, namun juga meliputi penyediaan sarana dan prasarana dan pemantauan kemampuan personel di bidang SDM.

Bahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan status Siaga Darurat Karhutla di tingkat provinsi, yang sepenuhnya akan didasarkan pada data dan analisis cuaca dari BMKG.

“Jika Kalsel ditetapkan berstatus siaga, maka seluruh upaya penanggulangan akan lebih maksimal dan ekstra,” paparnya.

Meski beberapa daerah di kabupaten rawan karhutla, Bambang menyebut baru satu daerah yang menetapkan status Siaga Karhutla. Kota Banjarbaru.

“Banjarbaru menjadi daerah pertama di Kalsel yang telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan,” sebut Bambang.

Dari data BPBD Kalsel, sepanjang periode 1 Januari hingga 1 Juli tadi, ada sebanyak 23 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 19,50 hektare.

Banjarbaru menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 20 kasus dengan luas lahan terdampak mencapai 14,7 hektare.

Sementara beberapa kabupaten seperti Balangan, Tapin, dan Banjar mencatat titik hotspot cukup tinggi, meski tanpa kejadian karhutla yang berdampak langsung pada lahan.

Seperti diketahui, puncak musim kemarau diprediksi datang pada bulan Agustus mendatang.

Ancaman karhutla pun di depan mata.

Pj Sekdaparov Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengungkap dari hasil Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Penanganan Karhutla bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto belum lama tadi, ancaman karhutla dinyatakan masih ada di Kalsel.

Dari prediksi dari Stasiun Klimatologi BMKG Kalsel, musim kemarau diperkirakan tidak akan datang serentak di seluruh wilayah pada tahun ini.

Awal kemarau diprediksi bakal tersebar, mulai bulan Mei tadi hingga Agustus.

Dengan puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Agustus, dan sebagian kecil pada Oktober mendatang.

Di sebagian besar wilayah Kalsel diperkirakan akan mengalami musim kemarau dengan sifat normal (96,6 persen), sedangkan sisanya bawah normal (3,4 persen).

Dengan durasi kemarau bervariasi, mulai dari 7 hingga 18 dasarian.

Syaripuddin menegaskan kesiapan Kalsel sudah matang menghadapi potensi Karhutla di musim kemarau tahun ini.

Ia menyebut sejumlah langkah strategis sudah disiapkan.

Salah satunya dengan penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pembinaan dan pengaktifan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Pemetaan wilayah rawan pun sudah dilakukan, terutama di zona prioritas seperti kawasan Bandara Syamsudin Noor.

Ia menyebut sosialisasi lintas sektor di daerah rawan sudah dilakukan dengan melibatkan sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pelaku usaha.

“Penguatan manajemen posko serta patroli dan pembasahan lahan secara rutin di area kritis pun sudah berjalan,” terangnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#karhutla #Modifikasi Cuaca #kemarau #helikopter #Kalsel #bnpb #cuaca