Salah seorang pedagang sayur di Pasar Tanjung, Siti mengatakan satu kilogram cabai tiung mencapai Rp100 ribu.
Ia menyebutkan harga mahal itu karena sulit mendapatkan barangnya. Alasannya tidak tahu mengapa demikian.
"Tidak tahu mengapa kosong. Saya saja dapat dari kirim orang. Tapi barangnya susah dapatnya," tegasnya, Senin (7/7/2025).
Kekosongan cabai tiung biasanya bisa didapat di sekitar wilayah Tabalong. Kini harus dari luar daerah.
Kondisi itu membuatnya bingung, karena pembeli tidak berani membeli banyak. Sehingga keuntungannya tidak seberapa. "Bingung kami, pembeli belinya paling Rp5 ribu," cetusnya.
Adat, pedagang sayur lainnya di Pasar Tanjung juga mengeluhkan mahalnya cabai tiung.
Karena kekosongan stok itu membuatnya menjual cabai tiung dengan harga Rp120 ribu perkilogram. "Saya jual Rp120 ribu sekilo," jelasnya.
Sepengetahuannya, naiknya harga cabai disebabkan adanya serangan penyakit. "Buahnya busuk," ujarnya.
Untung saja, dia mendapatkan kiriman cabai dari luar daerah. Namun harganya sangat mahal.
Editor : Sutrisno