Kepala Disporapar HSS Heri Utomo mengatakan, salah satu objek wisata kebudayaan yang akan diangkat adalah upacara suku Dayak Meratus yang dilaksanakan setelah panen sebagai wujud syukur atas hasil panen melimpah.
"Contoh wisata kebudayaan yang akan diangkat adalah Aruh Ganal," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/7).
Baca Juga: Banjarmasin Youngster League 2025 Resmi Bergulir, 16 Tim Adu Gengsi di UPIK Indoor Futsal
Selain Aruh Ganal, Disporapar HSS juga akan mengangkat objek wisata kebudayaan dari tarian daerah yang memiliki nilai kearifan lokal.
"Yang ada kearifan lokal nanti akan kami angkat menjadi objek wisata kebudayaan," katanya.
Berdasarkan data Disporapar HSS, kunjungan wisatawan ke Bumi Rakat Mufakat dari Januari hingga Juni 2025 sudah mencapai 264.068 pengunjung.
Baca Juga: Putri Tapin Tembus Paskibraka Nasional, Bupati: Bukti Generasi Muda Tapin Bisa Bersaing
"Kunjungan Wisnusnya (Wisatawan Nusantara) 263.821 orang, sedangkan Wismannya (Wisatawan Mancanegara) 247 orang," sebut Heri.
Tahun ini, objek wisata river tubing di Kecamatan Loksado menjadi destinasi paling diminati wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten HSS.
"Objek wisata river tubing yang paling banyak diminati wisatawan," tuturnya.
Baca Juga: Kursi Pimpinan DPRD HST Berganti, Pahrijani dan Abdul Hakim Tunggu Pelantikan
Untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan, Disporapar HSS tahun ini akan melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kecamatan Loksado.
"Serta bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kalsel sampai terus melakukan promosi objek wisata," tambah Heri.
Langkah pengembangan wisata budaya ini diharapkan dapat menambah daya tarik HSS sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya lokal yang autentik.
Editor : M. Ramli Arisno