Bangunan berarsitektur unik menyerupai kapal dengan kubah hijau di atasnya ini langsung menarik perhatian pengunjung yang memasuki area Siring Laut. Keindahan masjid semakin sempurna dengan keberadaan patung ikan todak kembar di sisi kiri yang menjadi ikon khas Bumi Saijaan.
Di sisi kanan masjid, pengunjung dapat menikmati pemandangan rumah-rumah penduduk Desa Hilir Muara yang berjejer rapi dengan kapal-kapal nelayan yang terparkir di dermaga.
Baca Juga: Momen Hari Bhayangkara, Ketua DPRD Puji Polres Tala
Syaiful, wisatawan asal Tanah Bumbu yang ditemui Radar Banjarmasin di lokasi, mengaku sangat terkesan dengan fasilitas masjid tersebut.
"Keren sekali, sangat jarang ada tempat wisata yang memiliki masjid sebesar ini," ujarnya.
Syaiful menuturkan, sebelum memasuki masjid, ia bersama teman-temannya menyempatkan diri berfoto terlebih dahulu di area luar.
Baca Juga: Kisah Sopir Ambulan Gratis di Banjarbaru: Dari Korban Jadi Penyelamat
"Begitu masuk, suasananya sangat nyaman dan sejuk, bawaannya ingin tidur," candanya.
Setelah melaksanakan sholat sunnah, Syaiful berkeliling masjid dari depan hingga belakang untuk menikmati keseluruhan bangunan.
"Dalam masjid sejuk dengan AC penuh, di luar pemandangannya sangat bagus. Ke arah laut bisa melihat nelayan, ke arah pulau terlihat jejeran bangunan dan pegunungan," ungkapnya.
Baca Juga: 4 SMPN di Banjarbaru Kekurangan Siswa, Pendaftaran Tetap Buka di Luar Jadwal Resmi
Syaiful berjanji akan kembali mengunjungi masjid ini bila berkesempatan datang lagi ke pusat kota Bumi Saijaan.
Masjid tiga lantai ini dilengkapi fasilitas lengkap. Lantai pertama terdapat aula besar untuk acara, tempat wudhu, toilet, dan sekretariat pengurus. Lantai kedua merupakan ruang sholat utama dengan area berdiri untuk menikmati panorama pesisir. Sedangkan lantai ketiga disediakan sebagai ruang sholat tambahan ketika lantai utama penuh.
Saat ini, masjid telah aktif digunakan untuk sholat lima waktu, namun belum digunakan untuk sholat Jumat berjamaah karena masih berdekatan dengan masjid-masjid lain di sekitar Siring Laut Kotabaru.
Editor : M. Ramli Arisno