Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gas LPG 3 Kg Tembus 50 Ribu, Ketua DPRD Banjarmasin Berjanji Memanggil Pertamina

Endang Syarifuddin • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:20 WIB
Warga Banjarmasin kembali mengeluhkan kelangkaan tabung gas bersubsidi. (Dok. Radar Banjarmasin)
Warga Banjarmasin kembali mengeluhkan kelangkaan tabung gas bersubsidi. (Dok. Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Gas elpiji 3 kilogram kembali langka. Di kawasan padat penduduk seperti Sungai Andai, Banjarmasin Utara, warga mengeluh kesulitan mendapatkan gas bersubsidi. Kalaupun ada harganya sudah jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

Seperti yang dikeluhkan Arbainah, warga Jalan Sungai Andai Ujung. Ia mengaku hampir setiap pekan harus berburu tabung melon ke berbagai tempat.

"Kalau pun ada, harganya sampai Rp50 ribu per tabung. Itu pun harus cepat-cepat, kalau tidak ya habis," keluhnya dalam reses Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, Selasa (2/7).

Ia berharap ada solusi nyata dari pemerintah. "Kami minta solusinya, Pak. Masa untuk masak saja harus begini terus," katanya dengan nada kecewa.

Menanggapi keluhan itu, ketua dewan melihat masalah ini terus berulang. Padahal dalam pertemuan dengan dewan beberapa waktu lalu, Pertamina memastikan kuota LPG 3 Kg sudah memenuhi kebutuhan masyarakat di Kalimantan Selatan termasuk Banjarmasin.

"Padahal kuotanya cukup, tapi tetap saja terjadi kelangkaan. Entah ada kendala di lapangan yang mungkin belum kita ketahui penyebabnya," ujarnya.

Rikval menegaskan, fungsi pengawasan dewan akan segera dijalankan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengkomunikasikan masalah ini dengan Pertamina.

"Sementara kita minta dulu keterangan dari agen dan pangkalan. Kalau ternyata masalah juga terjadi di kecamatan lain, maka pemanggilan akan diperluas," tegasnya.

Di bagian lain, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Andai, Aiptu Andri menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan.

"Saya sudah sampaikan ke 31 pangkalan di wilayah Sungai Andai, kalau ada yang bermain, atau menjual ke pelangsir, bakal langsung kami proses," tegasnya.

Ia berharap warga melapor jika menemukan praktik nakal di pangkalan. Jangan dibiarkan, sehingga kepolisian dapat menindak tegas para oknum. "Bisa langsung ke kami atau Polsek, agar bisa segera ditindak," ujar Andri.

Editor : Muhammad Syarafuddin
#langka #Pertamina #dprd #banjarmasin #tabung 3 kg #reses #lpg #elpiji