Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Bah di Sungai Bakar Tanah Laut Tak Hanya Merendam Permukiman, Juga Merusak Sejumlah Infrastruktur

Norsalim Yahya • Minggu, 29 Juni 2025 | 22:09 WIB

 

RUSAK: Inilah penampakan jembatan di RT 5 Desa Sungai Bakar yang mengalami kerusakan akibat diterjang air bah pada Sabtu (28/6/2025) tadi. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)
RUSAK: Inilah penampakan jembatan di RT 5 Desa Sungai Bakar yang mengalami kerusakan akibat diterjang air bah pada Sabtu (28/6/2025) tadi. (Foto : Norsalim Yahya/Radar Banjarmasin)

BAJUIN – Banjir bah yang terjadi di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin pada Sabtu (28/6/2025) tadi, tak hanya merendam permukiman di tiga RT.

Namun, juga menyebabkan kerusakan sejumlah infastruktur dan sebuah rumah warga desa setempat.

Derasnya terjangan air juga menghanyutkan beberapa warung di objek wisata Pemandian Mekar Banyu Batuah.

Kepala Desa Sungai Bakar, Hadran mengatakan selain merendam 12 rumah di RT 3 dan 5, air bah juga menyebabkan rumah milik Aris Supiani rusak berat.

"Saat ini, beliau tengah mengungsi ke rumah keluarganya tak jauh dari lokasi," ucapnya, Minggu (29/6/2025).

Selain itu, derasnya debit air dari pegunungan Bajuin ini juga menyebabkan lapisan aspal di wilayah RT 5 terkoyak dan rusak.

Termasuk jembatan yang membelah sungai di lokasi tersebut.

"Jembatan yang menghubungkan objek wisata Lembah Bajuin mengalami penurunan akibat diterjang air," sebutnya.

Meski mengalami penurunan, jembatan tersebut masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun empat.

Sedangkan untuk kendaraan bermuatan tak disarankan lewat.

"Akibat kejadian itu tak ada korban jiwa. Hanya kerusakan infrastruktur," tegas Pembakal Hadran.

Pengelola Pemandian Mekar Banyu Batua, Syahriansyah mengatakan ada sekitar 7 warung yang terdampak banjir bah.

"Tenda dan panggung yang kami kelola juga rusak," ujarnya.

Pascabanjir, objek wisata yang dikelola pihaknya tetap buka kemarin.

Namun dengan kondisi seadanya.

"Kami masih tahap pembersihan, karena banyak material pohon dan sampah yang berserakan," tuturnya.

Pedagang di sana, Awaliah mengatakan berjualan di situ sejak Agustus 2024.

"Sebagian barang-barang masih bisa dijual. Namun sebagian lagi ada yang rusak. Termasuk warung tempat berjualan," ujarnya.

Acil Awal—sapaan akrabnya—berharap ada bantuan agar bisa memperbaiki warung tempatnya berjualan.

"Untuk memperbaiki ini menunggu dananya dulu. Mudahan ada bantuan," harapnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Banjir #Tanah Laut #Infrastruktur