Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemenang Lelang Didapat, Jembatan Pulau Laut Dilanjutkan Dengan Anggaran Segini

M Oscar Fraby • Minggu, 29 Juni 2025 | 20:27 WIB
ANGGARAN DISEDIAKAN: Setelah pemenang lelang didapat, pekerjaan Jembatan Laut kembali dilanjutkan tahun ini. (foto: dokumen)
ANGGARAN DISEDIAKAN: Setelah pemenang lelang didapat, pekerjaan Jembatan Laut kembali dilanjutkan tahun ini. (foto: dokumen)

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Pulau Laut menghubungkan antara Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu dipastikan berlanjut tahun ini.

Lelang pekerjaan lanjutan pembangun telah selesai dilaksanakan Dinas PUPR Kalsel.

Kontraktor penyedia jasanya pun sudah didapat. Pemenangnya, PT Pembangunan Perumahan untuk sisi Kabupaten Tanah Bumbu dengan nilai kontrak Rp290 miliar.

Sementara di sisi Kabupaten Kotabaru pemenangnya PT Hutama Karya dengan nilai kontrak Rp424,2 miliar.

Menelan anggaran mencapai Rp700 miliar lebih itu, pekerjaan masih di tahap bentang pendekat.

Belum pada pekerjaan utama berupa bentang tengah jembatan.

“Sudah terkontrak belum lama tadi. Dalam waktu dekat kembali dilanjutkan,” terang Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, Ahad (29/6/2025).

Seperti diketahui, pekerjaan bentang pendekat jembatan yang digadang menjadi terpanjang di Kalimantan itu, memakai skema pembiayaan dengan melibatkan tiga pemerintahan daerah.

Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, dan Pemkab Kotabaru.

Dari pagu anggaran yang disiapkan tahun ini sebesar Rp750 miliar, Pemprov Kalsel menggelontorkan anggarannya sebesar Rp550 miliar.

Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2024 lalu, yang dialokasikan sebesar Rp300 miliar.

Sedangkan Pemkab Tanbu dan Kotabaru masing-masing Rp100 miliar.

Dijelaskan Yasin, pekerjaan bentang pendekat ini ditarget tuntas tahun ini.

Mulai tahun depan hingga 2028 nanti, pekerjaan sudah memasuki ke tahap bangunan atas jembatan pendekat.

“Untuk percepatan, tahun ini sudah harus tuntas bagian bawah (tiangnya, red),” terangnya.

Mulai tahun depan juga selama tiga tahun nanti, kontrak pekerjaan tak lagi satu tahun.

Namun dikontrakkan secara multi years.

“Karena pekerjaannya akan dilakukan selama tiga tahun, maka dikerjakan dengan kontrak tahun jamak,” beber Yasin.

Sejak digarap pada 2015 lalu dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pekerjaan jembatan ini mangkrak pada 2017 lalu.

Gara-garanya belum mendapat rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

Hingga akhirnya, Pemprov Kalsel, Pemkab Kotabaru, dan Tanah Bumbu menyetop anggarannya.

Untuk diketahui pada tahun pertama, pekerjaan berupa jalan pendekat dan timbunan di sisi Batulicin dan Kotabaru.

Kala itu, pemprov menggelontorkan anggaran mencapai Rp50 miliar.

Setahun berjalan, di tahun 2016, pembiayaan tak hanya dengan uang pemprov.

Juga sharing pembiayaan dengan Pemkab Kotabaru yang nilainya sama-sama Rp50 miliar. Pekerjaannya adalah jembatan pendekat berupa bore pile dan pile cap pada sisi Batulicin dan Kotabaru.

Di tahun terakhir 2017, pekerjaan dilanjutkan kembali oleh Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru dengan anggaran yang sama persis tahun 2016.

Pekerjaannya masih sama, yakni jembatan pendekat berupa bore pile dan pile cap di dua sisi daerah.

Desain awal jembatan ini, panjang jembatan mencapai 3.750 meter dengan tinggi 40 meter.

Tipe jembatan untuk bentang utama memakai cable stayed beton edge beam (175m + 350m + 175m) dengan lebar 24 meter.

Untuk mendapat rekomendasi dari KKJTJ, jembatan ini ditinjau ulang dari desain awal.

Untuk tinggi jembatan yang awalnya 40 meter, menjadi 30 meter.

Untuk jembatan pendekat, menggunakan box girder.

Panjang arah Batulicin 950 meter, dan arah Kotabaru 1.950 meter dengan lebar 24 meter. Sementara, jembatan penghubung menggunakan pile slab. Untuk arah Batulicin 75 meter, dan arah Kotabaru 75 meter dengan lebar 24 meter.

Sementara, untuk jalan pendekat, arah Batulicin sepanjang 1.500 meter, dan arah Kotabaru 1.250 meter dengan lebar 24 meter.

Meski sampai saat ini diketahui masih belum ada rekomendasi KKJTJ, pekerjaan jembatan ini tetap saja dilanjutkan.

Sembari berharap nantinya akan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga dibantu dengan pendanaan APBN. “Upaya mendapatkan rekomendasi terus dilakukan, sembari mengerjakan bentang pendekat jembatan dulu,” terang Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Kotabaru #lelang #Tanah Laut #jembatan #Infrastruktur #anggaran