Guru seni budaya SMPN 4 Awayan, Abdul Latif, S.Pd., menjadi pencetus inovasi ini. Artopoly Games adalah permainan papan yang memadukan unsur pembelajaran seni dengan nuansa interaktif yang menyenangkan.
"Permainan ini dirancang agar siswa belajar dengan cara yang menyenangkan. Mereka menjawab berbagai pertanyaan seputar seni dan pengetahuan umum untuk bisa menguasai wilayah dalam permainan," ujar Abdul Latif, Jumat (27/6).
Baca Juga: Terkuak! Jembatan Tua di Balangan Punya Sejarah Kelam Kolonial, Anggaran Membengkak Fantastis
Latar belakang terciptanya Artopoly Games dipicu oleh berbagai permasalahan dalam pembelajaran seni budaya. Banyak siswa merasa jenuh karena metode pembelajaran monoton dan materi yang tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Abdul Latif menyebutkan kejenuhan siswa terjadi akibat penyampaian materi yang kurang bervariasi, seperti pengulangan teori tanpa praktik atau pendekatan kontekstual. Minimnya media pembelajaran kreatif juga membatasi ruang siswa untuk berkreasi dan berkolaborasi.
"Selain itu, kurangnya keterkaitan antara materi seni budaya dengan kehidupan nyata siswa juga menjadi alasan rendahnya motivasi mereka dalam belajar," jelasnya.
Baca Juga: Empat Rumah Terbakar Habis di HSU Hanya Gara-gara Hal Sepele Ini
Artopoly Games bertujuan menciptakan suasana belajar aktif dan menantang sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Permainan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Keunggulan permainan ini terletak pada fleksibilitasnya. Meski fokus awal pada pembelajaran seni budaya, Artopoly Games dapat disesuaikan untuk mata pelajaran lain.
"Inovasi ini bisa dikembangkan lintas pelajaran. Desainnya fleksibel, sehingga bisa digunakan di berbagai jenjang dan kelas," ungkap Abdul Latif.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Energi, PT Kimia Yasa Kantongi Tiga Sertifikat ISO
Ia berharap Artopoly Games dapat menjadi bagian dari penerapan inovasi pendidikan daerah, khususnya di Kabupaten Balangan. "Artopoly Games hadir untuk menjembatani hal itu. Kami ingin membangun suasana belajar yang lebih menarik dan kontekstual, agar siswa tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
"Dengan pendekatan seperti ini, kami berharap pembelajaran seni budaya tidak lagi dianggap membosankan, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan relevan bagi siswa," harapnya.
Editor : M. Ramli Arisno