Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Puncak Musim Kemarau di Kalsel Mundur, Ini Penjelasan BMKG

Sheilla Farazela • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:09 WIB
Kejadian Karhutla dimusim kemarau pada tahun 2023 lalu (ZAKIR /RADAR BANJARMASIN)
Kejadian Karhutla dimusim kemarau pada tahun 2023 lalu (ZAKIR /RADAR BANJARMASIN)

BANJARBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalsel memprediksi puncak musim kemarau di wilayah ini tahun 2025, mundur dari prakiraan awal.

BMKG memprediksi musim kemarau secara umum dimulai dari bulan Juni. Namun, ada beberapa wilayah yang mengalami musim kemarau lebih awal seperti bulan Mei, atau mengalami di bulan Juni hingga Juli, bahkan Agustus.

Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel, Yosef Luky Dwi Prasetya mengatakan situasi di bulan Juni, kondisi curah hujan masih terlihat tinggi di beberapa wilayah Kalsel, termasuk Banjarbaru, Banjarmasin, dan sekitarnya. Di samping itu, karena faktor La Nina yang mulai aktif. Meskipun indeksnya masih rendah hendak mendekati menengah.

Prediksi awal puncak musim kemarau terjadi di bulan Agustus-September. “Puncaknya bergeser tidak di Agustus, tetapi mungkin di akhir Agustus menuju ke September awal. Jadi Agustus yang biasanya kita panas banget, mungkin panasnya akan berkurang,” ungkapnya saat ditemui di kantornya.

Berdasarkan analisis pihaknya, prakiraan musim kemarau mundur dari normalnya. Kenapa mundur?

“Pertama, karena April–Mei yang seharusnya masa peralihan, ternyata curah hujan di periode itu justru tinggi, dan berlanjut kemungkinan sampai dengan Oktober,” ungkapnya. Artinya, sambung Yosef, kemarau di Kalsel bisa dikatakan akan lebih pendek.

Sewa Lima Heli Water Bombing

Potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2025 ini, menjadi perhatian serius Pemprov Kalsel. Bahkan sudah sejak jauh hari, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah pihak menyiapkan mitigasi dalam penanganan bencana karhutla yang diprediksi selalu terjadi saat musim kemarau.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Bambang Dedi membeberkan bahwa Gubernur Kalsel H Muhidin melalui surat edarannya telah meminta Wali Kota atau Bupati se-Kalsel untuk meningkatkan kesiapsiagaan jelang musim puncak kemarau.

Wali Kota atau Bupati se-Kalsel juga diminta terus melakukan pemeliharaan infrastruktur bendungan ataupun drainase untuk persiapan apabila pada puncak kemarau terjadi kekeringan.

Pemprov Kalsel juga mengusulkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar mengirimkan heli water bombing. Rinciannya, lima unit water bombing, dan satu unit heli patroli. "Itu jika pada Agustus nanti, terjadi karhutla yang cukup signifikan. Sudah kita persiapkan sejak dini," sambungnya.

Gubernur juga telah mengusulkan akan pentingnya modifikasi cuaca jika nanti terjadi musim kemarau di tengah adanya potensi hujan. "Modifikasi ditujukan untuk mengisi sumber-sumber air di Kalsel untuk pembasahan lahan di lahan gambut. Terutama di areal bandara," jelasnya.

"Jika areal bandara terjadi kebakaran, berdampak pada kabut asap. Kita khawatir akan terjadi gangguan penerbangan, dan hal itu akan membuat ekonomi kita juga akan terhambat," kata Bambang.

Terkait titik api atau hotspot, di Kalsel terdeteksi paling sedikit lima titik api. Titik api ini akan redup apabila wilayah tersebut dilanda hujan.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#banjarbaru #kemarau #bmkg #cuaca