Ini kisah dua heroik. Raden Sugiyono dan Ramli. Mereka pejuang kemerdekaan 1945.
Pada masa Revolusi Fisik, Masjid As Syuhada menjadi saksi bisu peristiwa perjuangan keduanya. Apalagi mereka dimakamkan di halaman masjid yang berlokasi di Desa Sungai Durian, Kecamatan Benua Lawas, Kabupaten Tabalong.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Hasby mengisahkan Raden Sugiyono adalah pegawai di perusahaan minyak Belanda di Balikpapan. Setelah merantau, ia bergabung dengan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) di Murung Pudak pada tahun 1945.
Raden dikenal namanya karena tercatat dalam laporan Residen A.G. Deelman. Saat itu terjadi gangguan dari kelompok bersenjata terhadap tentara Belanda di wilayah Sungai Durian. Dalam salah satu operasi penyisiran oleh tentara Belanda, Raden Sugiyono dan Ramli melakukan perlawanan. "Hanya saja, peperangan tersebut menyudutkan mereka hingga ke Desa Sungai Turak, wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sekarang," terang Hasby merujuk Naskah Penetapan Cagar Budaya Tabalong.
Akhirnya keduanya tewas di tengah pertempuran sengit. Oleh rekan seperjuangan, keduanya dimakamkan di halaman Masjid Ash Syuhada.
Karena perjuangan itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong selalu mengenangnya setiap Hari Kemerdekaan RI dengan menziarahi mereka. "Setiap kali menggelar napak tilas perjuangan kemerdekaan di Tabalong dimulai dari makam Raden Sugiyono dan Ramli," tambah hasby.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief