BANJARMASIN – Pasca ditetapkan kembali Bandara Syamsudin Noor sebagai bandara internasional, Pemprov Kalsel segera berupaya membuka penerbangan langsung ke luar negeri.
Terbaru, Pemprov Kalsel melakukan penjajakan dengan maskapai Air Asia, Kamis (19/6/2025) tadi.
Rencananya, Air Asia akan membuka penerbangan langsung dari Banjarmasin menuju Kuala Lumpur dan Kuching, Malaysia.
“Kami tengah melakukan penjajakan dengan beberapa maskapai. Yang terbaru dengan Air Asia, penjajakan penerbangan ke Malaysia,” beber Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, Jumat (20/6/2025).
Pembahasan awal sebutnya seperti potensi penumpang, pariwisata, hingga ekonomi daerah sebagai bahan pertimbangan dari maskapai.
“Mudah-mudahan hasilnya sesuai harapan, sehingga akan ada penerbangan internasional keluar dan masuk Syamsudin Noor,” tambahnya.
Pihaknya pun tak ingin penerbangan internasional tersebut nantinya hanya seremonial satu-dua kali, namun harus berkelanjutan.
Penerbangan internasional tersebut minimal satu pekan sekali dan akan terus meningkat seiring permintaan dan tingginya animo penumpang.
“Tak hanya AirAsia, maskapai lain juga berencana membuka rute internasional dari Syamsudin Noor atau sebaliknya,” imbuhnya.
Dia menyebut, Malaysia sebagai negara tujuan paling realistis untuk tahap awal penerbangan internasional setelah Bandara Syamsudin Noor meraih kembali status internasionalnya.
Pasalnya, dari data sebelumnya, mobilitas warga Kalsel ke Malaysia memang tinggi, terutama untuk keperluan medis dan wisata.
Sebaliknya, orang Malaysia juga kerap datang ke Kalsel saat momen keagamaan, terutama saat Haul Guru Sekumpul. “Ini potensi pasarnya,” tukasnya.
Sisi lain, Fitri menyebut perpanjangan landasan pacu atau runway menjadi modal awal untuk membuka penerbangan internasional di Bandara Syamsudin Noor.
Perihal ini, dia mengungkap perpanjangan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor akan dilaksanakan tahun depan (2026).
Penambahan landasan pacu sepanjang 500 meter nanti diharapkan mendukung kesiapan bandara dalam melayani penerbangan internasional secara reguler.
Saat ini, Pemprov Kalsel sudah menyurati Kementerian Perhubungan guna mendorong percepatan penyediaan dana, serta tahapan teknis lainnya.
“Estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp300 miliar. Kami berharap pembangunan sudah bisa dimulai di 2026, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat,” kata Fitri.
Dia mengungkap perpanjangan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor sudah direncanakan Kemenhub.
Biro Perencanaan Kemenhub telah menghubungi pengelola Bandara Syamsudin Noor terkait studi kelayakan dan penyusunan DED (Detail Engineering Design).
“Koordinasi terus dilakukan. Jika sudah memenuhi persyaratan, akan ada rapat lanjutan membahas alokasi anggaran dan proses selanjutnya,” tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani