Peresmian markas ini mendapat dukungan langsung dari Bupati Tapin H Muhammad Yamani dan Wakil Bupati H Juanda, yang hadir secara langsung meninjau lokasi, Kamis (12/6/2025).
Ketua PMI Tapin, Dedy Arief Budiman, mengatakan kehadiran markas Sibat merupakan langkah konkret dalam membangun kemandirian masyarakat menghadapi berbagai jenis bencana.
“Ini pertama kali di Tapin. Rencananya, kami akan bentuk satu markas Sibat di setiap kecamatan,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, pendekatan Sibat bersifat partisipatif. Masyarakat tidak hanya sebagai objek, tetapi turut dilatih dan diberdayakan sebagai aktor utama dalam penanggulangan bencana.
“Masyarakat sendiri yang bergerak. Mereka dilatih untuk mitigasi, bertindak saat bencana terjadi, dan mendampingi proses pemulihan,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada bencana alam, Sibat juga aktif dalam isu kesehatan dan kegiatan sosial. Dedy mencontohkan peran Sibat selama pandemi COVID-19 yang dinilai sangat membantu dalam edukasi dan penanganan.
“Waktu pandemi, dampak positif dari Sibat sangat terasa. Mereka tidak hanya bantu secara fisik, tapi juga jadi jembatan informasi ke warga,” ucapnya.
Sibat juga dinilai memberi kontribusi besar dalam kegiatan seperti sensus donor darah dan kampanye kesehatan masyarakat.
“Kami terbantu dalam pelaksanaan sensus donor darah. Dampaknya nyata bagi masyarakat,” tambah Dedy.
Saat ini, markas di Pantai Cabe dijadikan percontohan untuk pengembangan serupa di wilayah lain.
“Siaga bencana tidak cuma soal banjir atau longsor, tapi juga kesiapan mental, solidaritas sosial, dan kesehatan. Harapannya, makin banyak warga yang peduli dan siap,” pungkasnya.
Editor : M. Ramli Arisno