Lewat Musyawarah Wilayah (Muswil) I yang digelar Senin (9/6) di Hotel Roditha Banjarbaru, ormas ini menyatakan siap jadi kekuatan baru rakyat Banua dalam mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial.
Gerakan Rakyat lahir dari semangat perubahan yang diusung Anies Baswedan dalam berbagai gagasannya.
Ia menjadi inspirator sekaligus simbol moral dari gerakan yang mengakar dari masyarakat bawah dan menolak eksklusivitas.
“Gerakan ini bukan sekadar pendukung politik. Ini wadah kerja nyata untuk pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan sosial. Siapa pun bisa bergabung, karena yang kami bangun adalah gerakan dari, oleh, dan untuk rakyat,” tegas Hasan Ismail, yang terpilih sebagai Ketua DPW Gerakan Rakyat Kalsel.
Hasan merupakan aktivis senior dan akademisi yang dikenal luas di Kalsel. Ia pernah memimpin KNPI Kalsel dan kini aktif di berbagai organisasi profesi di tingkat nasional.
Dalam Muswil yang dipimpin Presidium Ir Sugeng Soesanto, Tokoh sosial-politik Banua dan juga Koordinator Wilayah Kalsel dari DPP Gerakan Rakyat, turut ditetapkan Ali Akbar Wijaya, sebagai sekretaris wilayah, dan H Hendry Novryandie, sebagai bendahara wilayah.
Hasan mengungkapkan bahwa sebelum menerima mandat sebagai Ketua Wilayah, dirinya sempat mendapat pesan langsung dari Anies Baswedan.
“Mas Anies menekankan agar Gerakan Rakyat menjadi ruang inklusif. Merangkul semua kalangan dan tidak elitis. Kita harus tetap rendah hati dalam bekerja untuk rakyat,” ujarnya.
Gerakan Rakyat, kata Hasan, akan berfokus pada sinergi bersama pemerintah daerah, terutama mendukung program-program strategis Gubernur Kalsel H. Muhidin, khususnya dalam sektor ekonomi dan pendidikan.
“Kami tidak datang untuk mengkritik semata. Kami datang membawa solusi. Kami siap membersamai Pemprov membangun Banua dari sisi rakyat,” ujarnya lugas.
Muswil ini juga menjadi ajang konsolidasi awal dengan berbagai komunitas pemuda, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan yang sepakat memperkuat Gerakan Rakyat sebagai kekuatan sipil alternatif di Kalimantan Selatan.
“Ini bukan gerakan musiman. Ini gerakan jangka panjang yang akan terus hidup selama rakyat masih butuh perubahan,” tutup Hasan.
Editor : Sutrisno