Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Waspada Demam Tifoid pada Anak: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Nurhidayat • Minggu, 8 Juni 2025 | 22:21 WIB

dr. Maria Anasthasya Tangkilisan  (Dokter Umum, IGD RSD Idaman Banjarbaru, Kalimantan Selatan).
dr. Maria Anasthasya Tangkilisan (Dokter Umum, IGD RSD Idaman Banjarbaru, Kalimantan Selatan).
       

        oleh dr. Maria Anasthasya Tangkilisan 
        Dokter Umum, IGD RSD Idaman
        Banjarbaru, Kalimantan Selatan


Demam tifoid adalah penyakit yang sudah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan perkiraan 11-21 juta kasus setiap tahunnya, dan menyebabkan 135.000-230.000 kematian setiap tahunnya. Demam tifoid (awam menyebutnya “sakit tifus”) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi.

Penyakit ini umumnya ditemukan pada anak-anak, terutama di negara-negara tropis. Negara-negara di Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara (termasuk Indonesia), dan Afrika Selatan memiliki insiden > 100 kasus per 100.000 penduduk per tahun dan tergolong negara dengan insidens demam tifoid yang tinggi. Meskipun tidak lagi dianggap sebagai penyakit mematikan, penyakit ini masih memiliki angka kejadian yang tinggi, terutama di daerah pedesaan serta anak-anak dan menyebabkan persentase rawat inap yang signifikan.

Anak-anak lebih rentan terkena demam tifoid karena sistem imun mereka masih berkembang. Bagaimana angka kejadian demam tifoid anak di Kota Banjarbaru? Dari data rekam medik yang tercatat di RSD Idaman Banjarbaru sejak bulan Juli 2022 s/d Juni 2024 terdapat 159 pasien anak yang menderita demam tifoid, dengan rincian 87 anak laki-laki dan 72 anak Perempuan.


Bagaimana gejala dan tanda klinis demam tifoid?

Infeksi terjadi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh kuman Salmonella typhi. Bakteri ini kemudian melewati saluran pencernaan, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke organ seperti hati, limpa, dan sumsum tulang. Infeksi ini memicu respons imun, yang menyebabkan demam berkepanjangan dan gangguan sistemik. Itulah sebabnya demam tifoid memiliki gambaran klinis yang sangat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan ada yang disertai dengan komplikasi.

Pasien umumnya mengalami demam tinggi yang naik turun, demam terutama dirasakan pada sore malam hari yang berlangsung lebih dari 5 hari. Gejala lainnya adalah nyeri perut, gangguan pencernaan (pada pasien anak lebih sering mengalami diare), malaise, pusing / sakit Kepala dan disertai penurunan nafsu makan.

Tanda klinis yang khas dapat berupa demam (dapat sampai 38-40 0C), lidah tifoid (lapisan putih di tengah lidah dengan tepi merah), pembesaran hati dan limpa. Pada kasus yang berat dapat terjadi perdarahan usus, perforasi usus, dan sepsis.

Apa yang harus dilakukan? Bila ditemukan gejala-gejala dan tanda klinis di atas, segeralah bawa anak ke dokter atau ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan diberikan pengobatan yang komprehensif dan terukur.

Ada pepatah yang menyebutkan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Tindakan efektif yang dapat dilakukan untuk mencegah demam tifoid pada anak, adalah:1) Menjaga higiene dan sanitasi: Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Pastikan air minum bersih. Pastikan toilet bersih dan tertutup untuk menghindari kontaminasi. Buang sampah pada tempatnya dan cegah lalat hinggap di makanan. 2)Kebersihan Makanan: Masak makanan dengan baik. Hindari makanan yang tidak higienis, terutama jajanan yang tidak tertutup. Hindari konsumsi makanan mentah yang tidak terjamin kebersihannya. 3) Jaga kebersihan peralatan makan dan minum, serta hindari penggunaan alat makan yang kotor. 4)Kepada orang tua dan guru di sekolah agar selalu mengingatkan dan mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kebersihan dan cuci tangan secara teratur, termasuk memotong / menggunting kuku jari tangan. 5)Imunisasi. Saat ini sudah ada vaksin yang dapat diberikan untuk mencegah demam tifoid. Orang tua bisa membawa anaknya ke dokter untuk meminta imunisasi terhadap penyakit demam tifoid ini.

Semoga tulisan ini bisa mencerahkan pembaca untuk lebih mengenal penyakit demam tifoid pada anak dan bagaimana cara menghindarinya.

Editor : Nurhidayat
#imunisasi anak #banjarbaru #Kalimantan Selantan #kesehatan anak #tifus #kesehatan masyarakat #RSD Idaman #penyakit infeksi #anak demam