BANJARBARU - Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru memastikan ketersediaan hewan kurban aman dan mencukupi.
Plt Kabid Peternakan DKP3 Banjarbaru, drh Endah Martiana menyebutkan berdasarkan data sementara, sebanyak 2.300 ekor sapi dan 1.900 ekor kambing telah tersedia di wilayah Banjarbaru.
Jumlah ini melebihi estimasi kebutuhan kurban tahun ini. “Untuk kebutuhannya, sapi sekitar 1.900 ekor, dan kambing sekitar 1.500 ekor. Angka itu berdasarkan kebutuhan tahun sebelumnya. Alhamdulillah, ketersediaannya saat ini sudah lebih dari cukup,” ucapnya, Rabu (28/5/2025).
Endah menjelaskan hewan-hewan kurban tersebut didatangkan oleh para pengusaha dari luar daerah. “Sapi mayoritas dari Bima, NTB dan Kupang, NTT. Sedangkan kambing kebanyakan dari Malang, Jawa Timur,” jelasnya.
Meski belum semua hewan tiba di lokasi penjualan, DKP3 Banjarbaru memastikan proses pengiriman masih terus berjalan. “Terbaru, ada satu pengusaha mendatangkan sekitar 200 ekor sapi. Jadi jumlahnya bisa terus bertambah,” sambungnya.
Setiap hewan yang masuk ke Banjarbaru wajib melewati proses pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pengecekan kondisi fisik, pemberian vitamin, hingga vaksin booster tambahan.
“Walaupun sebelum dikirim dari daerah asal hewan sudah divaksin, tapi tetap kami periksa ulang saat sampai di sini,” tegasnya.
Untuk menjamin kelayakan hewan kurban, DKP3 Banjarbaru telah membentuk tim pemeriksa dan pendataan hewan kurban.
Tim ini terdiri dari paramedis, dokter hewan (medis veteriner), serta penyuluh yang membantu tugas pencatatan (recorder).
Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum penyembelihan (Ante Mortem), dan sesudah penyembelihan (Post Mortem).
Pada tahap ante mortem, petugas memeriksa kesehatan fisik hewan, nafsu makan, serta tingkat keaktifan.
“Nanti setelah penyembelihan, kami juga cek organ dalam seperti paru dan hati. Kadang ditemukan kasus cacing hati, tapi itu sekarang sudah sangat jarang, karena sudah disaring saat ante mortem tadi,” jelas Endah.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur kurban dengan harga murah. “Jangan cari yang murah, tapi pastikan hewannya sehat. Ciri-ciri hewan sehat itu aktif, nafsu makan dan minumnya baik, serta tidak terlihat lesu secara fisik,” katanya.
Endah turut mengingatkan bila ditemukan cacing hati setelah pemotongan, sebaiknya bagian yang terinfeksi tidak dikonsumsi.
“Cukup dibuang saja bagian yang kena. Untuk daging lainnya insya Allah aman, asalkan dimasak dengan suhu yang tepat,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Fauzan Ridhani