Kabid Perpustakaan Dispersip HSS, Laily Dimiati, menjelaskan program utama dimulai dari mengundang anak-anak TK dan PAUD untuk berkunjung ke perpustakaan daerah. Program ini menjadi langkah strategis menumbuhkan kecintaan membaca sejak usia dini.
"Setiap tahun ada 40 TK atau PAUD yang diundang ke perpustakaan Dispersip Kabupaten HSS," kata Laily saat dikonfirmasi, Jumat (23/5/2025).
Baca Juga: Laskar Antasari di Ambang Jurang, Barito Putera Butuh Keajaiban Lawan PSIS untuk Bertahan
Selain program kunjungan, Dispersip HSS juga menyelenggarakan pelatihan Master of Ceremony (MC) untuk masyarakat. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh teknisi berpengalaman dan berkompetensi di bidangnya.
"Pelatihan MC ini rutin dilakukan setahun sekali," ungkap Laily.
Program ketiga adalah pelatihan komputer dasar yang digelar beberapa kali dalam setahun. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat HSS sekaligus mendukung akses informasi dan bacaan digital.
Baca Juga: Menaker Terbitkan SE Larangan Tahan Ijazah Pekerja, Banjarbaru Siap Awasi Pengusaha
"Pelatihan komputer dasar ini setahunnya ada beberapa kali," jelasnya.
Program terakhir adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) akreditasi perpustakaan sekolah yang diberikan kepada para pengelola perpustakaan di sekolah-sekolah se-Kabupaten HSS. Program ini penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah.
"Yang diberikan Bimtek para pengelola perpustakaan sekolah," tambah Laily.
Baca Juga: Astacita Prabowo Sukses di Tabalong, Kapolda Kalsel Puji Terobosan Kreatif Polres Setempat
Kepala Bidang Perpustakaan berharap keempat program yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan minat baca masyarakat HSS.
"Semoga apa yang kami lakukan rutin setiap tahun ini dapat meningkatkan minat baca di Kabupaten HSS," harap Laily Dimiati.
Editor : M. Ramli Arisno