Nino S, perwakilan Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, menjelaskan survei pendahuluan sedang dilakukan untuk menginventarisasi kondisi eksisting infrastruktur bawah tanah.
"Ini tahap awal untuk perencanaan permanen. Harapannya, tahun 2025 bisa masuk tahap desain dan kajian. Tahun 2026 baru pengerjaan konstruksi pakai cor beton," jelas Nino saat ditemui di lokasi, Kamis (22/5/2025).
Baca Juga: Bareskrim Polri Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Tunjukkan Hasil Uji Banding Labfor
Survei mencakup pipa PDAM, jaringan BWS, hingga kabel optik dari Telkom dan Telkomsel untuk memastikan tidak ada gangguan saat konstruksi nanti.
Warga sekitar mengaku sudah lelah dengan kondisi jalan yang berulang kali diaspal namun cepat rusak kembali. Lubang-lubang dan gelombang selalu muncul dalam waktu singkat setelah perbaikan.
"Kami minta bisa di cor beton, seperti jalan yang di Sawang yang setelah dilakukan penanganan seperti itu, tidak berlubang lagi," ucap Muhai, warga sekitar.
Baca Juga: Dinas Pakai Private Jet, KPU Diadukan ke DKPP
Menurut Nino, kerusakan jalan di Bundaran Bungur disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, lapisan tanah dasar yang labil. Kedua, kendaraan bermuatan berlebih atau odol (over dimension over loading) yang melintas.
"Aspal kita kapasitasnya 10 ton, tapi yang lewat bisa lebih. Ya jebol," ujarnya.
Sambil menunggu perbaikan permanen, jalan yang rusak akan ditambal sementara untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Baca Juga: Siring Menara Pandang Ditata, UMKM Akan Diberdayakan
"Perencanaan ini kita matangkan agar tidak sampai bolak-balik revisi. Sekali rancang, langsung tuntas," tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Tapin, Rizkan Noor, mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Tapin sebelumnya sudah mengusulkan peningkatan kualitas jalan di bundaran tersebut kepada pusat.
"Jadi sebelumnya Bapak Bupati dan Wakil Bupati juga sudah menemui Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar agar bisa memperbaiki jalan di Bundaran Bungur," ucap Rizkan.
Baca Juga: Penemuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Takisung Tanah Laut
Kawasan Bundaran Bungur kini termasuk dalam zona strategis kota sehingga memerlukan penanganan serius dari pemerintah pusat melalui BPJN Kalimantan Selatan.
Editor : M. Ramli Arisno