Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

UIN Luncurkan Prodi Ilmu Lingkungan, Bangun Kesadaran Ekologis dari Kampus

Bayu Aditya Rahman • Kamis, 15 Mei 2025 | 18:49 WIB

SAMBUTAN: Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr Mujiburrahman, berikan sambutan saat peluncuran Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan dan Green Campus di Kampus II UIN Antasari, Kamis (15/5).
SAMBUTAN: Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr Mujiburrahman, berikan sambutan saat peluncuran Program Studi S-1 Ilmu Lingkungan dan Green Campus di Kampus II UIN Antasari, Kamis (15/5).
BANJARBARU – Ketika krisis lingkungan tak lagi bisa dianggap angin lalu, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin memilih untuk turun tangan. 

Lewat peluncuran Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Lingkungan dan Inisiatif Green Campus, kampus Islam ini ingin menjawab tantangan ekologis secara ilmiah sekaligus spiritual.

"Ini bukan sekadar program akademik biasa. Kami ingin hadir memberi solusi, bukan hanya teori" tegas Rektor UIN Antasari, Prof Dr Mujiburrahman, saat peluncuran di Kampus II Banjarbaru, Kamis (15/5).

Prodi Ilmu Lingkungan dirancang untuk menjawab persoalan nyata di Kalimantan Selatan bahkan dunia, mulai dari banjir tahunan, pencemaran sungai, hingga deforestasi akibat tambang dan perkebunan. Menariknya, pendekatan yang digunakan tidak melulu saintifik, tapi juga menyentuh sisi religius.

“Sebagai UIN, kami memberi warna keislaman dalam kajian lingkungan. Sudut pandang agama ini kami rasa mulai hilang dari masyarakat. Padahal, Islam sangat menekankan keseimbangan dan tanggung jawab terhadap alam,” ungkap Prof Mujib.

Secara akademik, prodi ini ditopang lima dosen lingkungan yang sudah berstatus CPNS, memperkuat aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Namun lebih dari itu, UIN juga membentuk tim Green Campus untuk bergerak secara praktis di lingkungan kampus, dari daur ulang sampah hingga pengembangan energi terbarukan.

"Jadi bukan sekadar teori. Para dosen dan tenaga kependidikan akan langsung menangani pengelolaan lingkungan kampus," jelasnya.

Ketua Green Campus UIN Antasari, Febrianawati Yusup, menyebutkan bahwa gerakan ini sudah mulai dirancang matang, termasuk rencana unik yang tak biasa: mahasiswa wajib adopsi tanaman.

“Setiap mahasiswa akan diberi satu tanaman yang harus dirawat hingga lulus, seperti anak sendiri,” ujarnya. Program yang diberi nama Hijau Berkah ini diiringi penataan kawasan kampus dengan pemilihan jenis pohon peneduh yang sesuai dan perencanaan zona hijau.

Untuk pengelolaan sampah, kampus juga tak ingin asal-asalan. “Kami akan datangkan ahli agar pengelolaannya tidak hanya kumpul buang, tapi benar-benar diproses tanpa mencemari lingkungan,” tegas Febrianawati.

Langkah UIN Antasari ini selaras dengan kebijakan nasional dan global terkait krisis iklim. Bahkan menurut Prof Mujib, program ini nyambung langsung dengan prioritas Kementerian Agama tentang ecotheology, yaitu cara pandang religius terhadap lingkungan.

“Kita perlu seimbangkan pembangunan dengan pelestarian. Dari sinilah kampus hadir, bukan hanya mencetak sarjana, tapi juga menggerakkan perubahan,” pungkas Rektor.

 

Editor : Sutrisno
#uin antasari banjarmasin #banjarbaru