BANJARMASIN – Tak hanya dihentikan sementara untuk melakukan perawatan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel juga akan mengevaluasi Sumber Daya Manusia (SDM) yakni para sopir dan navigator.
Apalagi setelah dilakukan pengecekan terhadap sopir dan navigator BRT, pihaknya menemukan ada yang tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Ternyata ada yang tak memenuhi syarat. Kami lakukan evaluasi menyeluruh sembari peremajaan unit,” terang Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi, Rabu (14/5).
Dia menegaskan, verifikasi terhadap para sopir dan navigator ini untuk memastikan bahwa mereka dapat mengemudikan BRT dengan lebih hati-hati, dan sesuai dengan prosedur Standar Operasional Pelayanan (SOP).
“Kami ingin mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan di jalan raya dan meminimalkan risiko kecelakaan,” tambahnya.
Setelah proses evaluasi, ia menegaskan jika ada driver yang tidak memenuhi kriteria, pihaknya bisa saja melakukan rekrutmen ulang.
“Meski belum sampai ke sana (rekrutmen ulang, red), yang jelas evaluasi ini untuk profesionalnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam hal pengawasan sopir dan navigator, diakuinya, masih belum maksimal.
Berbeda dengan Bus Buy The Service (BTS) yang ada pengawasan manajerialnya.
Pengawasan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga.
“Pengawasannya dari pihak lain. Ini yang akan nantinya membuat lebih profesional seperti bus BTS,” jelasnya.
Saat ini jumlah SDM di BRT sebanyak 44 orang.
Jumlah tersebut dinilai pihaknya terbilang banyak karena hanya ada 16 unit yang beroperasi.
“Ada beberapa SDM yang kerjanya terlalu longgar, dan tak sesuai standar. Saat ini karena tak beroperasi, kami rumahkan dulu sembari menunggu hasil evaluasi,” terangnya.
Seperti diketahui, operasional BRT Banjarbakula dihentikan sementara oleh Dishub Kalsel sejak Ahad (11/5/2025).
Penghentian diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Penghentian ini berlaku untuk seluruh rute layanan BRT yang selama ini melayani masyarakat di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru.
Dishub menerangkan, penghentian ini untuk memberikan kenyamanan serta aspek keselamatan.
Penghentian sementara ini dilakukan untuk melakukan perawatan secara menyeluruh.
Perawatan ini meliputi pengecekan mesin, sistem pengereman, kelistrikan, hingga kebersihan interior dan eksterior kendaraan.
Fitri belum bisa memastikan kapan BRT Banjarbakula ini akan kembali beroperasi secara normal seperti sebelumnya.
Meski demikian, ia menyebut pascaproses perawatan seluruh armada selesai dilakukan, operasional akan dilaksanakan kembali.
“Kami perkirakan tak lama. Perbaikan dan evaluasi diharapkan selesai pada 19 Mei mendatang,” tutupnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief