Meski belum sepenuhnya rampung, landmark religius senilai hampir empat miliar dari APBD tahun 2024-2025 ini telah menarik antusiasme warga untuk mengabadikannya.
"Keren, ini baru tugu ikonik," ujar Utam, salah satu warga Kota Amuntai yang terlihat kagum.
Baca Juga: 39 Nomor Dayung Siap Diadu di Porprov Kalsel 2025, PODSI Akui Terkendala Alat
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, Saiful Hidayat, menyambut baik antusiasme masyarakat terhadap tugu yang masih dalam tahap penyelesaian tersebut.
"Karena momen hari jadi, maka seng proyek dilepas dan lokasi dibersihkan. Dan ini juga menjadi perhatian serius bapak bupati (H Sahrujani) untuk seng segera dilepas agar menambah estetika di puncak hari jadi kabupaten," ujarnya mewakili Kadis PUPR HSU Amos Silitonga, Kamis (8/5/2025).
Saiful mengaku tak menyangka dengan respons positif warga yang begitu antusias mendokumentasikan tugu tersebut. "Tentu kami senang sambutan warga sangat positif akan tugu ini," jawabnya.
Baca Juga: Perketat Aturan Main, Popda Kalsel 2025 Saring Atlet Lewat Verifikasi Digital
Ia mengungkapkan bahwa proyek pengerjaan tugu ini masih berlanjut hingga Agustus mendatang. Proses finishing masih berjalan, termasuk pelebaran sisi jalan dari Ahmad Yani menuju Norman Umar di samping Masjid At-Taqwa, serta pelebaran jalan dari sisi Jalan Norman Umar atau depan Aula Dr KH Idham.
"Taman dan finishing bangunan tugu juga belum rampung sepenuhnya. Tapi sambutan warga sudah sangat baik," jelasnya.
Tugu Salawat Amuntai didesain dengan makna filosofis yang dalam sebagai simbol daerah yang agamis. Landmark baru ini memiliki tinggi total 17 meter, terdiri dari hiasan tembaga dan kuningan bertulis salawat setinggi 10 meter yang berdiri di atas struktur beton setinggi 7 meter.
Baca Juga: Tragedi Minibus di Tanah Laut, Tiga Mahasiswa UIN Antasari Tewas Terlempar dari Kendaraan
Diameter beton juga dirancang 17 meter. Angka 17 ini menyimbolkan jumlah total rakaat dalam salat wajib lima waktu. Kombinasi unsur arsitektur modern dan nilai religius menjadikan tugu ini tidak hanya sebagai penanda kota, tetapi juga pengingat identitas keagamaan Kota Amuntai.
Editor : M. Ramli Arisno