AMUNTAI - Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani dan Hero Setiawan atau duo Sajiwa bertekad menjadikan kesehatan jadi salah satu pilar pokok kerja dalam mewujudkan visi dan misi HSU Bangkit lima tahun kedepan. HSU Bangkit sendiri merupakan akronim dari Hulu Sungai Utara yang Berkeadilan Unggul dan Kreatif, sebagai pusat agrominapolitan dan penopang logistik Kalimantan Selatan.
H Sahrujani mengatakan urusan kesehatan, baik tingkat dasar sampai rujukan ke rumah sakit, serta peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita menjadi instrumen penting dalam pemerintahannya bersama Wabup Hero Setiawan atau Iwan Alabio.
Diterangkan H Jani (sapaan akrabnya), untuk unsur pelayanan kesehatan ini berada pada poin ‘Berkeadilan’ yang dimaknai adanya keseimbangan dan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan masyarakat untuk HSU. “Awal saya menjabat langsung melakukan peninjauan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai dan beberapa puskesmas yang merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah ini,” ujarnya pada media ini, Senin (5/5/2025).
Kesehatan merupakan urusan wajib, sehingga diharapkan tidak ada warga HSU yang tidak dapat menikmati akses kesehatan karena faktor tidak mampu dan petugas kesehatan tidak berada di pos pelayanan. “Saya melihat pelayanan kesehatan sebagai ruang tamu daerah ini. Jika layanan buruk, tentu akan membangun opini pelayanan publik kurang optimal. Maka itu, visi dan misi kami ada unsur Berkeadilan,” jawabnya.
Blusukan ke Pusat Kesehatan, lanjut H Jani, dimanfaatkannya sebagai sarana menyerap aspirasi warga Kota Amuntai, secara langsung. Sebab, selain menerima laporan dari pihak otoritas seperti Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan sebagai penanggungjawab sistem pelayanan. “Saya memerlukan informasi dari warga juga penting sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah ini,” terang mantan Ketua DPRD HSU ini.
H Jani yang berasal dari kalangan pengusaha ini mengaku mengelola Rumah Sakit tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, pelayanan kesehatan yang prima bagi warga yang sakit, itulah hal yang utama. “Urusan pelayanan kesehatan bagi warga yang berobat itu kami tekankan harus diutamakan baik di RSUD maupun di tingkat Puskesmas,” lengkapnya.
Untuk diketahui, poin Berkeadilan mencakup distribusi sumber daya yang adil, akses yang merata terhadap layanan publik, dan kesempatan setara bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.
Editor : Fauzan Ridhani