BANJARBARU – Jembatan di Jalan Trikora, perempatan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, kini dikeluhkan masyarakat. Padahal, jembatan tersebut baru beroperasi sejak Desember 2024 lalu.
Pantauan Radar Banjarmasin pada Kamis (1/5/2025), sambungan jembatan tampak berlubang di dua titik. Lubang tersebut selebar satu jengkal dan sedalam lebih dari tiga jari orang dewasa.
Akibatnya, kendaraan terutama roda dua terguncang saat melintas. Banyak pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraannya untuk menghindari hentakan keras.
"Kalau pas lupa ada lubang itu, motor saya sering terhempas keras. Bisa-bisa makin cepat rusak," keluh Iram, warga Guntung Manggis yang tiap hari melintasi jembatan tersebut untuk berangkat kerja.
Sejak simpang empat ditutup permanen pada 11 Maret 2025, seluruh kendaraan wajib melintasi jembatan itu untuk putar balik.
Jembatan itu juga menjadi jalur utama angkutan berat, yang diduga mempercepat kerusakan.
Murjani, warga sekitar, menyebut kondisi lebih berbahaya terjadi pada malam hari.
"Kalau malam hari truk-truk itu kencang. Sering terdengar suara 'gubrak', barang-barang di truk seperti terhempas. Terakhir, ada truk yang sampai patah asnya," ucapnya sambil menirukan suara hempasan.
Ia menduga sambungan jembatan ambles karena struktur pondasi sambungan kurang padat. "Cepat diperbaikilah, kasihan pengendara motor dan truk yang lewat sini," harapnya.
Jika tak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, Ahmad, penjual rujak di sekitar simpang empat, menyoroti efek dari penutupan perempatan tersebut.
"Sudah bagus ditutup, tapi putar balik sekarang jauh, harus ke dekat Rumah Sakit Idaman. Banyak juga yang nekat bikin putaran sendiri, itu justru lebih berbahaya," ujarnya.
Warga berharap, selain perbaikan sambungan, perlu juga penataan ulang jalur putar balik agar pengendara bisa aman dan tertib.
Editor : Muhammad Syarafuddin