RANTAU - Ekowisata Lokbubtar Bekantan yang berada di Kecamatan Tapin Selatan, dipilih menjadi lokasi konservasi mangga kasturi endemik kalimantan.
Di mana penanaman ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta PT Antang Gunung Meratus dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tapin.
Biodiversity Section Head PT AGM, Catur Youno Prasetyo mengatakan untuk menanam pohon mangga kasturi merupakan pertama di ekowisata Bekantan.
"Targetnya kita menanam 500 pohon kasturi, tapi 100 terlebih dahulu yakni penanaman dengan mahasiswa ULM serta Dinas Lingkungan Hidup," akunya, Rabu (30/4/2025).
Dilibatkannya mahasiswa dalam konservasi mangga kasturi di ekowisata bekantan, diakui Catur tidak lain untuk menjalin sinergi dengan perguruan tinggi di Kalsel.
"Kita juga sering melibatkan mahasiswa untuk penelitian di ekowisata bekantan ini," ucapnya.
Dosen ULM, Prof Idiannor Mahyudin mengatakan mahasiswa yang dibawa ke ekowisata bekantan untuk penanaman pohon sekaligus melaksanakan program antara teori di kelas dan praktik di lapangan yakni program Pascasarjana jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
"Memang di ekowisata sudah memenuhi syarat untuk pembelajaran, apalagi habitatnya sudah bagus," ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapin, Nordin mengapresiasi inisiasi PT AGM untuk konservasi tanaman kasturi di ekowisata bekantan.
"Apalagi berdasarkan penelitian, pohon kasturi ini cukup langka dan merupakan tanaman endemik di Kalimantan," tuturnya.
Dengan di tanamnya tanaman endemik kalimantan di ekowisata bekantan, Nordin mengharapkan kawasan konservasi tersebut bisa terus berkembang.
"Sehingga vegetasi dan satwanya berkembang, apalagi dari informasi pengelolaan bekantannya sudah ada 30 ekor dan terus berkembang karena ada yang baru melahirkan," tuturnya.
Editor : Muhammad Rizky