Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengincar Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemkab Balangan Evaluasi Penerapan Prinsip Ramah Anak di Pondok Pesantren

M Dirga • Rabu, 30 April 2025 | 13:54 WIB
JELASKAN: Penerapan prinsip ramah anak di pondok pesantren sedang dievaluasi Pemkab Balangan untuk meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). (Foto: Sahrudin untuk Radar Banjarmasin)
JELASKAN: Penerapan prinsip ramah anak di pondok pesantren sedang dievaluasi Pemkab Balangan untuk meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). (Foto: Sahrudin untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan terus berupaya mewujudkan visi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Salah satu upayanya dengan melakukan evaluasi terhadap rumah ibadah dan pondok pesantren.

Monitoring dan evaluasi (monev) ini bertujuan untuk menilai sejauh mana lembaga-lembaga tersebut menerapkan prinsip-prinsip ramah anak.

Evaluasi mencakup berbagai aspek.

Antara lain ketersediaan fasilitas yang aman dan nyaman, kebersihan lingkungan, serta metode pengasuhan untuk mendukung hak-hak anak.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Balangan, Sahrudin menyebut rumah ibadah dan pesantren memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak.

"Kami ingin membangun karakter anak, khususnya dalam bidang pendidikan, melalui pola asuh yang ramah. Supaya anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa," ujar Sahrudin, Rabu (30/4/2025).

Sahrudin membeberkan, evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Balangan sebagai Kabupaten Layak Anak.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, untuk memastikan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Fasilitator Daerah Perlindungan Terpadu Berbasis Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, Syahid menekankan pentingnya peran ustaz dan ustazah dalam membentuk kepribadian anak.

"Sering-seringlah belajar ke masjid. Karena masjid bukan hanya tempat untuk salat dan mengaji, melainkan juga tempat untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kegiatan menyenangkan lainnya," pesannya.

Syahid juga berharap rumah ibadah dan pondok pesantren di Balangan dapat menjadi contoh dalam penerapan prinsip-prinsip ramah anak, sekaligus mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Editor : Eddy Hardiyanto
#ramah anak #pondok pesantren #Kabupaten Layak Anak (KLA) #Pemkab Balangan