BANJARMASIN – Laboratorium modern dengan berbagai fasilitas uji terbaru kini hadir di Banjarbaru. Laboratorium Terpadu milik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berlokasi di Jalan Unlam I Banjarbaru ini sedang menjalani proses asesmen akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada 29 hingga 30 April 2025. Asesmen ini diharapkan bisa menjadi jaminan mutu atas layanan pengujian laboratorium yang sudah mulai beroperasi sejak pertengahan 2023 lalu.
Kepala Laboratorium Terpadu ULM, Liling Triyasmono menjelaskan bahwa laboratorium ini memiliki beberapa bidang uji yang sudah siap dimanfaatkan. Seperti pangan, kimia, hingga lingkungan.
“Kami sudah punya semua alatnya. Tapi dalam akreditasi kali ini, kami ajukan 28 parameter dulu. Mudah-mudahan tidak ada temuan kategori satu (temuan serius yang dapat mengganggu validitas hasil uji dan menghambat kelulusan akreditasi, red), agar semua parameter bisa lolos,” ujar Liling, Selasa (29/4).
Akreditasi ini dinilai penting sebagai bagian dari strategi pengembangan dua aspek utama. Pertama, aspek bisnis sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang berkontribusi pada pendapatan universitas. Kedua, aspek akademik yang mendukung tri dharma perguruan tinggi, khususnya riset dan pengabdian kepada masyarakat.
“Sejak mulai beroperasi pada Juni 2023, kami sudah menerima ratusan sampel. Tak hanya dari internal ULM, tapi juga dari dosen luar seperti Universitas Palangka Raya (UPR) dan kampus-kampus lain,” tambahnya.
Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri menekankan pentingnya keberadaan Laboratorium Terpadu ini dalam mendukung kegiatan riset di Regional Kalimantan.
“Ini adalah salah satu laboratorium yang fungsinya sangat strategis. Kami ingin lab ini tidak hanya mendukung mahasiswa dan dosen ULM, tapi juga dimanfaatkan oleh perguruan tinggi lain, dunia usaha, dan pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya.
Fasilitas canggih laboratorium ini hasil pengadaan dana program revitalisasi perguruan tinggi tahun 2024 dari Kemendikbudristek senilai lebih dari Rp80 miliar. ULM optimistis kecanggihannya menjadi pusat riset yang mendorong efisiensi dan kolaborasi.
"Perguruan tinggi lain tidak perlu investasi besar untuk membeli alat, cukup bermitra dengan laboratorium terpadu kami. Kami terbuka dan siap menawarkan harga khusus untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS)," ujar rektor.
Lab ini disebut siap mendukung uji-uji lapangan dunia usaha. Misalnya, bidang pertanian, dengan biaya yang terjangkau dan kualitas terjamin.
“Dengan akreditasi ini, kita ingin memberikan garansi mutu kepada pengguna bahwa hasil pengujian dari lab ULM bisa dipercaya,” ucap Prof Alim.
Rektor berharap Lab Terpadu ULM menjadi bagian dari implementasi visi Dikti Saintek Berdampak. “Lab ini harus berdampak luas bagi masyarakat, dunia usaha, kampus lain, dan pemerintah. Itulah semangat kita,” pungkasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief