Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Simanja Membantu Reformasi Birokasi

Muhammad Helmi • Kamis, 24 April 2025 | 13:45 WIB
SOSIALISASI: Kabag Organisasi Setda Balangan sekaligus inisiator Simanja, Ernawati saat mensosialisasikan aplikasi Simanja.
SOSIALISASI: Kabag Organisasi Setda Balangan sekaligus inisiator Simanja, Ernawati saat mensosialisasikan aplikasi Simanja.

PARINGIN – Ketiadaan dokumen analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK) dapat menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari ketidakjelasan tugas dan fungsi jabatan, tumpang tindih pekerjaan, hingga kesulitan menentukan jumlah kebutuhan pegawai.

Tanpa kedua dokumen itu, penempatan pegawai berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran.

Selain itu, ketiadaan Anjab dan ABK menyulitkan penyusunan formasi, pengisian e-Kinerja, serta menghambat penerapan sistem merit dalam reformasi birokrasi.

Kepala Bagian Organisasi Setda Balangan Ernawati mengungkap bahwa pada 2021–2022 lalu penyusunannya masih dilakukan secara manual.

"Prosesnya lambat dan rentan salah input. Karena itu, kami mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Jabatan atau Simanja," ujarnya, Rabu (23/4).

Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat proses penyusunan, evaluasi, dan monitoring dokumen Anjab dan ABK secara digital.

Pada 2023, dari 32 SKPD, baru 16 SKPD atau 50 persen yang mulai menggunakan aplikasi tersebut.

"Itu masih tahap pengenalan. Namun pada awal 2024, jumlahnya meningkat jadi 20 SKPD. Dan akhir tahun lalu, seluruh SKPD sudah menginput data ke Simanja," jelas Ernawati.

Ia menyebut Simanja memiliki tampilan antarmuka yang lebih interaktif dan mudah digunakan, serta dapat diakses dari berbagai perangkat.

"Aplikasi ini memuat informasi lengkap terkait analisis jabatan, evaluasi jabatan, dan analisis beban kerja. Fitur-fiturnya juga mencakup data referensi seperti bakat, temperamen, minat kerja, hingga unit kerja dan jabatan," tambahnya.

Keunggulan Simanja adalah kemampuannya menyajikan data secara real-time, serta potensi integrasi dengan sistem kepegawaian. Fitur kolaboratif, keamanan data, dan fleksibilitasnya juga menjadi nilai lebih.

"Dengan sistem ini, struktur organisasi bisa disusun lebih jelas. Rekrutmen menjadi lebih tepat sasaran, kinerja ASN bisa dinilai secara objektif, dan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan," terangnya.

Ia berharap, dengan digitalisasi ini, penyusunan Anjab dan ABK bisa semakin efisien. (mud/fud)

Editor : Muhammad Helmi
#Pemkab Balangan