Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Stunting di HSU Tembus 36 Persen, Pemkab Gunakan Telur Bebek Jadi Senjata untuk Pencegahan

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 24 April 2025 | 10:50 WIB

HADIR: Wabup HSU Hero Setiawan hadir dalam rakor yang digelar DPPKB HSU.
HADIR: Wabup HSU Hero Setiawan hadir dalam rakor yang digelar DPPKB HSU.
AMUNTAI - Prevalensi stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan tren mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SGI) tahun 2024, angka stunting di kabupaten ini mencapai 36 persen, naik signifikan 8 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya 28 persen.

Merespon kondisi ini, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk menekan angka stunting tersebut melalui berbagai program terintegrasi.

"Saya bersama Bapak Bupati HSU H Sahrujani berkomitmen pencegahan stunting sebagai salah satu fokus kami mewujudkan visi dan misi 'HSU Bangkit' (Hulu Sungai Utara Berkeadilan, Unggul dan Kreatif)," ujar Hero saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dan FGD yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten HSU di Aula Dr KH Idham Chalid, Rabu (22/4/2025).

Hero yang akrab disapa Iwan ini menekankan bahwa pencegahan dan penurunan stunting harus menjadi prioritas bersama. Program HSU Ceria (Cegah Stunting Bersama) yang dilaksanakan DPPKB HSU selaras dengan 21 program unggulan dalam visi misi HSU Bangkit.

"Permasalahan stunting merupakan isu nasional dan menjadi tugas dan kewajiban bersama untuk menurunkan tingginya angka stunting baik nasional maupun daerah dalam mewujudkan Indonesia emas 2045," tegasnya.

Iwan menambahkan, stunting juga mengancam tercapainya generasi emas Indonesia pada umumnya dan generasi emas Kabupaten HSU khususnya. "Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, saling mendukung, dan bersinergi untuk mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas di Kabupaten HSU," pesannya.

Sementara itu, Kepala DPPKB HSU, dr Lily Indriani, menjelaskan bahwa program strategis HSU Ceria sudah berjalan sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap isu stunting.

"Ada tiga kegiatan dalam program ini, mulai pemberian protein hewani seperti telur bebek yang diberikan setiap hari selama enam bulan untuk seluruh desa dan kelurahan bagi balita dan batita stunting," ungkapnya.

Selain Rakor dan FGD, acara tersebut juga diisi dengan penobatan Ayah dan Ibu Asuh Genting Kabupaten HSU, Launching HSU Bangkit, penandatanganan program HSU Ceria, serta penyerahan penghargaan dari BKKBN Provinsi Kalsel kepada Pemerintah Kabupaten HSU.

Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD HSU Mawardi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adiba, asisten dan staf ahli Bupati, para Camat, penyuluh KB, Duta GenRe, dan instansi terkait.

Editor : M. Ramli Arisno
#pencegahan stunting #Stunting HSU #generasi emas #protein hewani #Program Ceria