Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Siswa SMAN 1 Paringin Jelajahi Cagar Budaya Balangan

M Dirga • Selasa, 22 April 2025 | 17:33 WIB
Siswa SMAN 1 Paringin menyimak penjelasan dosen sejarah Mansyur pada kegiatan Jelajah Cagar Budaya di Balangan, Selasa (22/4).
Siswa SMAN 1 Paringin menyimak penjelasan dosen sejarah Mansyur pada kegiatan Jelajah Cagar Budaya di Balangan, Selasa (22/4).

 

PARINGIN – Sebanyak 54 siswa dari SMAN 1 Paringin mengikuti Jelajah Cagar Budaya di Kabupaten Balangan, Selasa (22/4).


Program ini milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan. Tujuannya mempromosikan, melestarikan, dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan identitas budaya daerah.


Dipusatkan di dua titik cagar budaya, tidak hanya mengajak siswa melihat langsung peninggalan sejarah, namun juga menyertakan sesi edukasi dari para ahli.


Tujuannya agar para pelajar tidak sekadar mengenal situs, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya, perjuangan, dan teknologi yang terkandung di dalamnya.


Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menyampaikan program ini memang dirancang untuk generasi muda.


"Melalui kegiatan ini, kita menyebarkan pengetahuan cagar budaya kepada generasi muda, sehingga mereka lebih mengenal dan memaknai nilai-nilai perjuangan," ujarnya.


Juga membantu pelajar agar mampu melihat keterkaitan masa lalu dengan masa kini. Sekaligus mendorong kepedulian untuk menjaga warisan budaya di daerah mereka.


"Menjaga dan melestarikan warisan budaya adalah bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan perjuangan yang diwariskan oleh pendahulu. Ini penting untuk ditanamkan sejak dini," tambahnya.


Untuk memperkaya pengalaman belajar, Disdikbud menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Selatan dan Tengah.


Kehadiran para ahli ini memberikan perspektif yang lebih dalam dan ilmiah terhadap materi yang disampaikan.


Salah satu narasumbernya adalah Mansyur, dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat.


Ia memberikan penjelasan terkait dua situs budaya yang dikunjungi siswa, yakni Jembatan Besi Lampihong dan Rumah Haji Sjoekoer.


Mansyur menjelaskan, Jembatan Besi Lampihong adalah peninggalan bersejarah dari masa kolonial Belanda. Jembatan ini menghubungkan Desa Hilir Pasar dan Desa Simpang Tiga, diperkirakan dibangun pada tahun 1930-an.


"Jembatan ini dibangun dengan teknologi beton dan baja, juga menggunakan kayu ulin sebagai bahan tambahan. Konon, bahan bangunan tersebut didatangkan langsung dari Eropa," ungkapnya di hadapan siswa.


Sementara Rumah Haji Sjoekoer adalah bangunan berarsitektur kolonial yang juga berdiri sejak sekitar tahun 1932.


Rumah ini menjadi saksi perkembangan ekonomi masyarakat Balangan di masa lampau, khususnya pada era kejayaan karet di masa penjajahan.


Menurut Mansyur, bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang penting karena menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat lokal pada zamannya.


Program ini mendapat sambutan positif guru pendamping. Kurniawan, guru sejarah SMAN 1 Paringin, menilai program ini sangat bermanfaat.


"Ini sangat baik, karena membantu siswa belajar sejarah lebih dekat. Biasanya mereka hanya melihat gambar atau membaca di buku, sekarang mereka bisa melihat langsung peninggalannya," ujarnya.


Ia menambahkan, antusiasme siswa juga tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengamati bangunan, dan menunjukkan rasa ingin tahu terhadap informasi yang diberikan narasumber.


Jelajah Cagar Budaya adalah program tahunan. Tahun 2025 ini menyasar empat kabupaten, yakni Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.


Dengan pendekatan pembelajaran lapangan seperti ini, diharapkan pelajar tidak hanya memahami sejarah sebagai fakta masa lalu, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab terhadap warisan budaya yang ada di sekitarnya.

 

Editor : Muhammad Syarafuddin
#cagar budaya #Balangan #Kalsel #paringin #Sejarah #disdikbud