Mengusung tema "Dari Rahim Ibu, dari Tanah Bumi: Menyemai Peradaban", pagelaran ini akan menampilkan tiga kelompok teater lokal.
Sanggar Seni Tumenggung Jalil akan membawakan naskah "Ratapan Burung-Burung" karya Fahmi Wahid, Sanggar Gaharu Juai akan mementaskan "Surgaku", dan Teater Sanggam Balangan akan tampil dengan judul "Mandi Bungas".
Ahmad Juliansyah, Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Balangan, menjelaskan bahwa tema tersebut memiliki makna simbolik yang mendalam.
"Teater adalah cermin kehidupan. Kami mengangkat tema ini sebagai bentuk penghormatan terhadap dua kekuatan besar, yakni perempuan dan alam."
"Dari rahim ibu, kita lahir penuh kasih. Dari tanah bumi, kita tumbuh penuh daya. Teater menjadi jembatan untuk menyuarakan kepedulian itu dalam bentuk artistik," ungkap Juliansyah, Selasa (22/4).
Pagelaran ini tidak hanya merayakan Hari Teater Sedunia, tetapi juga mengaitkan nilai-nilai dari Hari Kartini (21 April) dan Hari Bumi (22 April).
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap eksistensi seni teater di Balangan sekaligus wadah pertemuan para pelaku seni, pemerhati, dan masyarakat umum.
Selain pertunjukan teater, acara ini juga akan menghadirkan sarasehan kesenian yang membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara seniman, akademisi, dan pemuda kreatif di Balangan.
"Pagelaran ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi momentum kebudayaan yang menggugah kesadaran kolektif untuk terus merawat nilai-nilai kemanusiaan, lingkungan, dan kebudayaan lokal," tutupnya.
Editor : M. Ramli Arisno