BARABAI- Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengakui harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di tempat eceran harganya sangat mahal.
Pihaknya kemudian mengadukan temuan tersebut kepada Pertamina di Banjarmasin tanggal 26 Maret lalu.
Kepala Bidang Perdagangan Aris Waluyo menjelaskan upaya menemui pihak Pertamina dilakukan untuk mencari solusi terkait keluhan masyarakat HST.
"Setidaknya ada 4 poin hasil pertemuan dengan pihak Pertamina sebagai pemecah masalah mahalnya gas LPG 3 kilogram di HST," ujarnya, Kamis (17/4/2025).
Pertama penambahan kuota LPG bisa dilakukan jika terjadi kelangkaan, kedua dalam hal pengawasan Pertamina hanya bisa sampai titik pangkalan tidak sampai pengecer, ketiga Pertamina menyarankan Pemkab membuat surat edaran atau peraturan bupati tentang harga eceran tertinggi (HET).
Keempat dalam rangka pengawasan Pertamina menyarankan agar dibentuk satuan tugas di daerah dan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Pandawan Ulfah menyebut, harga LPG 3 kg di wilayahnya tingkat eceran Rp30 ribu-Rp35 ribu per tabung dan berlangsung sudah lama tanpa mengalami penurunan.
Sedangkan di tingkat pangkalan yang menjual sesuai HST, stoknya sering kali kosong sehingga dirinya terpaksa membeli ke pedagang eceran dengan harga yang jauh lebih mahal.
"Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu tahun, semoga ada solusi dari pemerintah karena gas LPG 3 kg ini sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat sehingga menyulitkan ekonomi kami," pungkasnya.
Editor : Arif Subekti