BATULICIN - Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu (IKMA) Kalimantan Selatan melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (9/4).
Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan asrama mahasiswa permanen.
Saat ini terdapat lima asrama mahasiswa asal Tanah Bumbu yang tersebar di Banjarmasin dan Banjarbaru.
Namun, hanya dua di antaranya yang berstatus permanen, sementara tiga lainnya masih berupa bangunan sewa.
Kondisi bangunan asrama yang disewa juga tergolong memprihatinkan. Atapnya kerap bocor saat hujan.
“Tapi renovasi besar-besaran tidak mungkin dilakukan karena statusnya bukan aset daerah," ujar Muhammad Fajriannur, Ketua Umum IKMA Tanah Bumbu, kepada Radar Banjarmasin, Kamis (10/4).
Selain itu, mereka juga mengeluhkan tidak adanya bantuan biaya operasional, seperti listrik, air, dan akses internet dari pemerintah daerah. Padahal, menurut Fajri, mahasiswa dari daerah lain justru mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya.
“Seharusnya, karena ini berkaitan dengan aset daerah, pemerintah daerah turut turun tangan,” tekannya.
Masalah keamanan juga menjadi perhatian. Beberapa kasus pencurian seperti hilangnya ponsel, laptop, hingga tabung gas elpiji 3 kg pernah terjadi di asrama.
Untuk itu, mahasiswa meminta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lokasi asrama.
Mahasiswa mengusulkan beberapa solusi kepada DPRD, antara lain mendorong pemerintah daerah untuk merealisasikan pembangunan asrama permanen atau menjalin kerja sama Corporate Social Responsibility (CSR) dengan perusahaan-perusahaan di Tanah Bumbu.
Sebelumnya, aspirasi serupa telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, namun belum mendapat respons konkret.
DPRD Tanah Bumbu menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Sekretaris Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Ernawati, juga mengingatkan mahasiswa agar selalu berhati-hati saat tinggal di luar daerah.
“Tetap waspada dan jaga diri, terutama saat tinggal di asrama,” ujar politikus Partai NasDem itu.
Editor : Arif Subekti