Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasar Modern Amuntai Kehilangan Daya Tarik, Pemkab HSU Ditantang Ambil Langkah Berani

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 10 April 2025 | 10:40 WIB

POTENSI: Gedung Pasar Modern Amuntai, merupakan aset daerah milik Pemkab HSU di Jalan Basuki Rahmat Kota Amuntai.
POTENSI: Gedung Pasar Modern Amuntai, merupakan aset daerah milik Pemkab HSU di Jalan Basuki Rahmat Kota Amuntai.
AMUNTAI - Pasar Modern Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang terletak di jantung kota Amuntai kini sepi pengunjung.

Bangunan berlantai tiga yang dulu dikenal sebagai Plaza Amuntai dan menjadi ikon pertama di wilayah Banua Anam itu kini dipenuhi toko dan kios kosong.

Tokoh Muda HSU, Junaidi, menyampaikan keprihatinannya terhadap lesunya ekonomi dan sepinya Pasar Modern Amuntai yang merupakan aset pemerintah daerah bernilai miliaran rupiah.

"Plaza ini besar, nilainya tinggi, lokasinya sangat strategis, tapi tidak memberi kontribusi maksimal bagi perputaran ekonomi masyarakat maupun PAD," ujar Junaidi kepada media ini, Kamis (10/4/2025).

Menurut Junaidi, penyebab utama lesunya fungsi pasar ini bukan pada bangunannya, melainkan pada tata kelola yang kurang visioner. Ia menilai perlu perubahan model pengelolaan.

"Apabila pemerintah daerah tidak mampu mengelola secara maksimal, mengapa tidak melibatkan pihak ketiga yang profesional," sarannya.

Junaidi menyebutkan bahwa pihak swasta bisa diajak terlibat untuk menghidupkan kembali pasar modern ini.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan ulang bangunan menjadi pusat ekonomi kreatif, creative hub, pusat UMKM, co-working space, hingga pusat pelatihan digital bagi generasi muda.

"Anak muda HSU banyak yang kreatif, tapi minim ruang dan dukungan. Gedung ini bisa menjadi inkubator ekonomi baru kalau dikelola dengan strategi yang tepat," jelasnya.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tren pusat perbelanjaan atau pasar modern saat ini memang telah bergeser.

Model pasar konvensional bersaing ketat dengan toko daring, dan perilaku konsumen pun berubah.

"Harusnya Pemda Hulu Sungai Utara perlu duduk bersama sebagai pemangku kepentingan dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga akademisi dalam merumuskan masa depan dari aset strategis ini," sarannya.

Sebagian ruang di dalam bangunan itu kini telah dialihfungsikan menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP) dengan tujuan mendekatkan layanan pemerintah ke masyarakat dalam satu tempat yang terintegrasi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten HSU, Ir Ismarlita, menyampaikan bahwa kehadiran MPP di Pasar Plaza Amuntai tidak menggunakan seluruh bangunan.

"Hanya sebagian digunakan sebagai kantor MPP. Bahkan ke depannya, beberapa toko akan ditempati pelaku UMKM untuk mengenalkan potensi hasil produk unggulan daerah ini," ujar Ismarlita.

"Jadi ini salah satu cara pemerintah daerah dalam memanfaatkan aset daerah menjadi mal pelayanan publik dan juga Pasar Modern Amuntai dalam satu atap," tambahnya.

 

Editor : M. Ramli Arisno
#pasar modern #Ekonomi Kreatif #Tata Kelola #mall pelayanan publik #aset strategis