Salah satu lokasi wisata alam pegunungan yang banyak peminatnya adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin. Apalagi fasilitas fisik pendukung terus ditambahkan.
Di Bukit Batu, misalnya. Di situ ditambahkan pendopo pertemuan, spot baru, gazebo, pintu gerbang Bukit Batu, dan dermaga apung. Dishut Kalsel juga menyediakan jetski, sepeda listrik, dan skuter.
Sementara di site Mandiangin, juga ditambahkan pembangunan vila, pengembangan wahana para layang, plaza Jokowi, hingga gazebo.
Dinas Kehutanan Kalsel mencatat, pengunjung yang datang mencapai 5 ribu orang per hari saat libur Lebaran tahun ini. “Pengunjungnya naik signifikan. Rata-rata 5 ribu orang tiap hari,” terang Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra.
Pengembangan Tahura Sultan Adam ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata, memperkuat sektor pariwisata daerah, serta memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Tahun ini, Tahura Sultan Adam ditarget PAD sebesar Rp15 miliar, naik dibanding tahun lalu sebesar Rp10 miliar yang terealisasi Rp11,32 miliar. “Kami optimis di akhir tahun nanti, akan mencapai bahkan melebihi target. Sampai Maret sudah terealisasi Rp1,9 miliar,” sebut perempuan yang akrab disapa Aya itu.
Bagi pengunjung, penambahan sarana dan prasarana ini membuat mereka semakin nyaman menikmati keindahan alam. Seperti yang disampaikan Firdaus. Menurutnya, lokasi wisata alam yang mudah dijangkau ini mesti dibuat nyaman.
Terlebih, retribusi dari pengunjung harus betul-betul dimanfaatkan untuk memberi kenyamanan. “Sekarang lebih nyaman. Termasuk keamanannya hingga kebersihannya,” bandingnya.
Bersantai di Alam Terbuka
Sungai Maranting di Desa Gunung Batu, Kecamatan Awayan, menjadi salah satu magnet utama destinasi wisata alam di Balangan. Destinasi yang berjarak sekitar 50 menit perjalanan dari Kota Paringin ini dikunjungi ratusan orang setiap harinya sejak Lebaran.
"Objek wisata Sungai Maranting ini menjadi langganan kami. Akses menuju ke sini tidak terlalu sulit. Anak-anak suka sekali bermain di sini," jelas Murdani, pengunjung dari Tabalong.
Tidak hanya menawarkan pemandangan pegunungan yang memesona, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti gazebo, area camping, toilet, serta penyewaan peralatan BBQ dan ban renang.
Menurut pengelola, antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya keluarga yang membawa perlengkapan masak untuk bersantai di alam terbuka.
Sementara di kawasan Tebing Tinggi, Gunung Hauk dengan ketinggian 1.325 mdpl menjadi tujuan favorit para pencinta alam. Jalur pendakian yang membutuhkan waktu sekitar enam jam ini menawarkan pemandangan alam yang masih asri.
Data dari Pokdarwis Karang Bintang mencatat peningkatan signifikan jumlah pendaki selama libur Lebaran, dengan mayoritas berasal dari luar daerah seperti Banjarmasin, Banjar, Tabalong, dan Hulu Sungai Utara. "Ratusan pengunjung silih berganti datang ke sini," kata anggota Pokdarwis Karang Bintang, Yayan.
Ramainya tempat tersebut tidak lepas dari pengawasan pihak kepolisian. Kapolsek Awayan, Ipda Lulus Pribadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan petugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama musim pendakian ini. "Kami melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan pendaki, dan memastikan semua prosedur keselamatan dipatuhi," ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan, Melda Risda mengungkapkan optimisme terhadap perkembangan pariwisata di Bumi Sanggam. Menurutnya, lonjakan kunjungan selama Lebaran ini menjadi indikator yang baik. "Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan promosi berbagai destinasi wisata unggulan kami," janjinya.
Hanya Bayar Parkir
Objek wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan di Hulu Sungai Tengah seperti Pulau Mas, Riam Bejandik, Manggasang, Goa Limbuhang, Pagat, dan Kolam Renang Taal.
Namun, beberapa objek wisata di HST banyak dikelola secara pribadi. Seperti wisata Pantai Nateh. Sedangkan Objek wisata yang dikelola resmi oleh pemerintah daerah hanya wisata Pagat.
Pengelola wisata Pantai Nateh, Alif mengatakan jumlah pengunjung tidak bisa dipastikan. "Karena kami tidak menerapkan sistem tiket atau karcis. Jadi pengunjung yang datang hanya dikenakan tarif parkir saja," ungkapnya.
Lonjakan wisatawan terjadi pada hari Sabtu 5 April 2025. Dari data tim pengamanan wisata, jumlah pelancong yang mengunjungi objek wisata kurang lebih 1.470 orang. Jumlah ini merupakan total dari 10 objek wisata yang ada di HST.
Dandim 1002 HST, Letkol Inf Fery Perbawa mengatakan lonjakan wisatawan diprediksi akan terus terjadi. Mengingat libur Idulfitri baru berakhir tanggal 7 April 2025. "Pelancong yang datang tak hanya dari dalam daerah. Tapi dari kabupaten tetangga seperti Amuntai, Balangan juga ada," ujarnya, Minggu (6/4).
Pengunjung Antre di Riam Bidadari
Riam Bidadari di Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya menjadi lokasi favorit pengunjung objek wisata alam di Tabalong. Objek wisata itu membeludak, menyebabkan pengunjung mengantre untuk menikmati sejumlah fasilitas penunjang.
"Sekitar dua ribuan orang yang datang," kata Pengelola Riam Bidadari, Fahri, Minggu (6/4).
Berbagai sarana penunjang wisata yang disediakan habis disewa pengunjung. Baik tenda, peralatan camping, arum jeram, dan lainnya. "Sampai-sampai kamar mandinya antre panjang, karena tidak mampu menampung," ujarnya.
Fahri berharap, pemerintah bisa kembali membantu dan menambah kamar mandi, serta WC yang kurang.
Ia juga bersyukur adanya bantuan dari jajaran kepolisian dan petugas penanggulangan bencana yang turut turun tangan melakukan pengawasan.
Gunung Taliut Destinasi Baru
Salah satu destinasi wisata alam yang mulai ramai dikunjungi adalah Gunung Taliut di Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu. Diresmikan sebagai objek wisata pada 2023 lalu, Gunung Taliut menawarkan panorama hijau perbukitan asri, dengan hamparan pepohonan dan udara segar. Selain itu, terdapat gua karst alami yang bisa dijelajahi di sana. Gua ini terbentuk dari proses pelarutan batuan kapur oleh air selama ribuan tahun.
Berbeda dengan destinasi wisata lain di Tanah Bumbu, Gunung Taliut masih tergolong alami dan belum terlalu padat pengunjung. Lokasinya mudah dijangkau, hanya sekitar 30 menit dari pusat Kecamatan Teluk Kepayang. Bagi yang ingin bersantai, terdapat beberapa spot di kaki gunung yang ideal untuk menikmati bekal makanan dari rumah.
Muhammad Naufal berkunjung ke sana pada 2 April 2025 tadi. Bersama keluarga, ia memutuskan untuk menghabiskan waktu di kaki Gunung Taliut. “Konsepnya sederhana, tapi tepat untuk keluarga,” kata warga Teluk Kepayang itu.
Setelah menggelar tikar dan duduk bersama, keluarga Naufal mulai membuka bekal makanan dari rumah. Di sekitar mereka, terdapat gazebo yang bisa digunakan pengunjung untuk berteduh, serta toilet. Tak hanya itu, di area sekitar juga terdapat tempat bermain yang ramah anak.
“Di sini keluarga bisa berkumpul tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujarnya.
Wisata Air Sirang Pitu Sempat Banjir
Wisata Air Sirang Pitu Desa Miawa Kecamatan Piani, dan Danau Hatiwin Desa Hatiwin Kecamatan Tapin Selatan menjadi salah satu lokasi wisata yang banyak dikunjungi saat libur Lebaran.
Khusus Wisata Air Sirang Pitu, walau sempat terendam karena air tinggi sehari sesudah Lebaran, tetap banyak yang mengunjungi.
Kepala Desa Miawa, Amat mengungkapkan bahwa banjirnya cuma beberapa jam saja. “Waktu itu, untuk barang-barang sudah kami amankan,” akunya.
Usai banjir terjadi, Amat memberitahukan bahwa kunjungan usai Lebaran memang banyak. “Jadi sehari ini, bisa 500 sampai 1.000 orang yang datang ke wisata air,” jelasnya.
Sementara di Danau Hatiwin, untuk kunjungan tidak terlalu banyak dibanding libur Lebaran tahun sebelumnya. “Pengunjungnya ada saja, mulai hari raya sampai ini. Tapi, jauh berkurangnya,” jelasnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief